close

Keluarga Mahasiswa Indonesia yang Disiksa Tuntut Mesir Minta Maaf

Sabtu, 04 Juli 2009 | 20:36 WIB

TEMPO Interaktif, Riau - Pihak keluarga empat mahasiswa Indonesia yang disiksa di Mesir menuntut permintaan maaf dari pemerintah Mesir. Pasalnya, Mesir sudah melakukan salah tangkap.

“Kita juga minta agar Mesir minta maaf dan jangan semena mena terhadap mahasiswa Indonesia," ujar Sainul Mutaqien, kakak mahasiswa Indonesia di Al-Azhar Fathurrachman, Sabtu (4/7). 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, empat mahasiswa Indonesia di Mesir asal Riau mengalami penganiayaan di Mesir. Mereka adalah Fathurrachman, Ahmad Yunus, Azril, dan Tasri Sugandi. Fathurrachman dan Ahmad merupakan mahasiswa semester akhir. Sedangkan, Azril dan Tasri Sugandi mahasiswa semester I di Al-Azhar. 

Keempatnya ditangkap 28 juni dengan tuduhan terlibat jaringan teroris di Mesir. Setelah diinterograsi dan tidak terbukti, mereka dilepas pada 30 Juni.

Dari cerita keempat mahasiswa itu, kata Sainul, penangkapan dilakukan Polisi Mesir menggunakan standar teroris. Mereka digerebek lantas digiring dari tempat kos ke kantor Polisi setempat dengan mata tertutup kain dan dikawal dengan polisi bersenjata laras panjang. 

“Mereka dalam perjalanan juga mengalami pemukulan dan penyiksaan. Termasuk di kantor Polisi, “ kata Sainul di rumahnya kawasan Jalan Gunung Kelut- Pasar Sail Pekanbaru, kepada TEMPO.

JUPERNALIS SAMOSIR

Info Grafis

  • Dari Selembar Kontrak

    Setelah filmnya, Lastri, diprotes Front Pembela Islam saat pengambilan gambar bulan lalu karena dianggap menyebarkan komunisme, aktris sekaligus produser Marcella Zalianty menjadi tersangka penganiayaan.

  • Ananda-Marcella Dituduh Dalangi Penculikan

    Pembalap Ananda Mikola resmi menjadi tersangka penculikan dan penganiayaan terhadap Agung Setiawan. Ia diduga menjadi otak di balik aksi penyiksaan Agung, yang terlibat masalah utang-piutang dengan artis Marcella Zalianty, pacar Ananda.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [1] :

  • < hanya disuruh minta maaf kenakan sekali >

    Sebab penyiksaan adalah pelanggaran berat. Minta maaf tidak cukup.
    Hanya sayangnya Presiden Indonesia SBY lemah. Jadi RI tidak digubris oleh negara-2 lain.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan