close

RS Abdul Muluk Rawat Pasien Flu Burung dan Flu Babi

Senin, 06 Juli 2009 | 18:13 WIB

TEMPO Interaktif, Bandar Lampung - Rumah Sakit Umum Abdul Muluk Bandar Lampung merawat pasien suspect flu burung berbarengan dengan pasien suspect flu babi, Senin (06/07). Seorang warga, bernama Nurman, 15 tahun, harus menjalani perawatan di ruang isolasi mulai siang tadi. “Meski di instalasi isolasi yang sama keduanya ditempatkan pada ruangan terpisah,” kata Pad Dilangga, wakil direktur rumah sakit itu.

Menurut Pad Dilangga, penempatan dua pasien di istalasi yang sama karena rumah sakit milik pemerintah Propinsi Lampung belum memiliki ruang khusus untuk pasien flu babi. Untuk sementara, kata dia, dua pasien dengan dua panyakit berbeda itu mendapat perawatan tim yang sama. “Keduanya sama-sama ditangani tim penanggulangan flu burung,” ujarnya.

Warga Desa Jati Mulyo, Lampung Selatan itu dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami demam tinggi, batuk, dan pilek selama tiga hari. Sebelum terserang penyakit, kata Slamet, orang tua pasien, ratusan ayam di desa itu tiba-tiba mati mendadak. “Dia tiba-tiba demam dan batuk-batuk setelah makan daging ayam,” katanya.

Suhu badan Nurman saat ini mencapai 37,5 derajat selsius dan mengeluh napas sesak, batuk, dan demam. Tim dokter telah memberi tamiflu untuk pasien. Sebelumnya pasien telah mendapatkan perawatan di pusat kesehatan masyarakat Jati Mulyo. “Mereka kemudian merujuk pasien ke rumah sakit ini,” kata Tony Adi Marwan, salah seorang tim dokter.

Sementara itu, Conny, 52 tahun, pasien yang diduga mengidap penyakit flu babi masih menjalani perawatan. Kondisi warga Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Tajung Karang Pusat, Bandar Lampung itu mulai membaik. Suhu tubuh perempuan beranak tiga itu sudah normal. “Kami masih menunggu hasil uji laboratorium Departemen Kesehatan Jakarta. Seharusnya hari ini hasilnya sudah kami terima tapi mengalami keterlambatan,” ujar Pad Dilangga.

NUROCHMAN ARRAZIE

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan