close

Bocah yang Diduga Tewas karena Flu Babi Ternyata Negatif

Sabtu, 18 Juli 2009 | 14:13 WIB

TEMPO Interaktif, Padang - Sultan Farhan, 9 tahun, murid SD warga Padang Pasir, Padang yang diduga meninggal karena flu babi di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang, Minggu (13/7) lalu, ternyata negatif. Hasil pemeriksaan darahnya menunjukkan ia tidak terkena virus H1N1 atau flu babi.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat Rosnini mengatakan, hasil tes darah dari Departemen Kesehatan Jakarta sudah diterima Kamis lalu. "Hasilnya negatif, jadi Sultan tidak suspect flu babi. Mengenai penyebab kematian Sultan, itu wewenang dokter yang menanganinya pertama kali di RS.Yos Sudarso, Padang. Kami hanya berwenang menyampaikan hasil pemeriksaan darah,” kata Rosnini, Sabtu (18/7).

Saat ini dua pasien baru yang dicurigai suspect flu babi atau terinveksi virus H1N1 dirawat di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang.

Bocah kakak-beradik berinisial J (7 tahun) dan H (17 bulan) dirujuk dari Rumah Sakit Yos Sudarso Kamis (16/7) ke RS Dr. M. Djamil karena berdasarkan diagnosa dokter diduga flu babi. Kedua pasien, adalah anak dari seorang nahkoda kapal surfing yang biasa membawa turis asing ke Mentawai berkebangsaan Selandia Baru. Sedangkan istrinya berasal dari Aceh. Keluarga ini sudah beberapa bulan tinggal di Kota Padang.

"Keduanya dinyatakan suspect flu babi karena gejalanya mengarah ke sana, flu, batuk-batuk, dan demam tinggi," kata Rosnini. Sampel darah kedua pasien sudah dikirimkan ke Departemen Kesehatan di Jakarta. Hasilnya baru akan diketahui dalam seminggu ke depan.

FEBRIANTI

Info Grafis

  • Mari Kenali Flu Meksiko

    Jumlah pasien yang terjangkit virus flu babi (H1N1) di Indonesia terus bertambah. Hingga kemarin, menurut data dari Departemen Kesehatan, angkanya sudah mencapai 64 orang, terdiri atas 43 orang laki-laki dan 21 orang perempuan.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan