close

Seniman Bali Protes Klaim Malaysia atas Tari Pendet

Sabtu, 22 Agustus 2009 | 11:57 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar - Kalangan seniman Bali memprotes klaim Malaysia atas Tari Pendet yang digunakan dalam iklan Visit to Malaysia. Tindakan itu dianggap sebagai pencurian atas kekayaan budaya masyarakat Bali.

Seniman tari Wayan Dibia mengaku terkejut dengan kejadian itu. “Pendet adalah tari yang sudah ratusan tahun dimainkan warga Bali,” ujar mantan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu, Sabtu (22/8).

Pada awalnya, tari itu adalah tari sakral yang dipertunjukkan pada upacara ritual keagamaan untuk menyambut turunnya para dewa dari kahyangan.

Tetapi pada 1950, tarian tersebut dimodifikasi menjadi tari penyambutan tamu dengan mendapat sebutan khusus sebagai Tari Pendet Puja Astuti. Penciptanya Ni Ketut Reneng dan I Wayan Rindi menjadikan Pendet dengan empat penari sebagai bagian dari pertunjukan turistik di Bali Hotel (Denpasar).

Pada tahun 1961, I Wayan Beratha mengolah kembali tari Pendet dengan lima penari yang bertahan hingga saat ini. ”Tahun 1962 kembali dimodifikasi sebagai tarian massal dengan 800 penari untuk pembukaan Asian Game di Jakarta,” jelas dia.

Protes kalangan seniman itu akan difasilitasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk menjadi protes resmi dari lembaga negara di Indonesia. Anggota DPD RI dari Bali Ida Ayu Mas menyatakan, sikap pihak Malaysia itu tidak bisa dibiarkan. ”Apalagi sudah ada beberapa kejadian sebelumnya,” ujar dia.

Sementara itu DPD RI juga akan meminta pemerintah Indonesia untuk merlindungi karya-karya budaya nusantara. Misalnya dengan mengurus hak cipta dari komunitas budaya di Indonesia. Karya-karya itu harus dianggap sebagai kekayaan bangsa yang tidak bisa sembarangan diklaim bangsa lain.

ROFIQI HASAN

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [45] :

  • Pemerintah

    makannya ,,
    pemerintah INODNESIA
    itu , harus tegs ..
    jangan pada tidur doank ,,,
    liat keadaan bangsa nya ..
    jgn sampai kebudayaann yg diculik oleh org
    .. di biarkan
    jgn lelet

  • Saran

    kita harus bertindak tegas supaya budaya bangsa kita tidak di ambil oleh negara lain. bahkan bukan tari pendet sajakan yang diambil padahal masih banyak lagi seolah-olah negara kita seperti kertas lembaran yang di copy sampai tersebar luas

  • Malassia

    sesuai namanya malasia, malasia memang negara yg malas sudah dibantu tak tahu diri pake ngeklaim budaya, ngeklaim daerah orang lain. hal tersebut seperti benalu atau kanker yang mengganggu dan sudah selayaknya diobati atau dibasmi. kita jangan takut dengan malasia ayo pemuda indonesia bangkit jgn tidur klo perlu perang sekalian klo memang perlu
    seperti semboyan patimura mati satu tumbuh seribu
    ganyang malasia, merdeka!!!!!

  • Klaim dosa

    menurut gw malasya g pnya budaya sendiri!bahkan lagu yg bkn budaya jga DIMALING

  • Gak kreatiff

    darii ituu kita haruss sadarr diriii , selama ini kan kita sendiri yg ngak ngargaii budaya kita tohhh
    maka darii ituu kita haruss jaga dan lestarikan budaya kita .... buat semua ayoo kita jaga &kita lestarikan budaya indonesia tercinta ...
    GOOD BLESSS INDONESIA *

1 2 3 4 5 6 7 8 9
Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan