close

Ketua Umum Persis Kyai Shiddiq Amien Meninggal

Minggu, 01 November 2009 | 09:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), Kyai Haji Shiddiq Amien, meninggal dunia.

Ulama yang juga pimpinan pondok pesantren Persis di Benda 67, Tasikmalaya, Jawa Barat ini, meninggal hari Sabtu (31/10), pukul 22.00 wib semalam.

Kyai Amien meninggal dalam usia 54 tahun di Rumah sakit Al Islam, Bandung, setelah menjalani hampir satu bulan perawatan disana, akibat gejala stroke yang diderita.

Menurut pemberitahuan dari wakil keluarga, Budi R Hakim, jenazah Kyai Haji Shiddiq Amien, pagi ini akan disemayankan dulu di Kantor Pusat Persis di Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, untuk mendapatkan penghormatan dan shalat jenazah dari masyarakat dan keluarga besar Persis.

Selanjutnya jenazah akan dimakamkan di Kompleks Pesantren Persis, di Benda 67, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Minggu (1/11).

Shiddiq Amien merupakan Ketua Umum Persis periode 2005-2009. Persis adalah organisasi Islam ketiga tertua di Indonesia setelah Muhamadiyah dan Al Isryad, yang didirikan di kota Bandung, Jawa Barat. Sejumlah tokoh nasional yang pernah dilahirkan dari organisai ini diantaranya Muhamamd Natsir dan Isa Ansyari.

WAHYUANA

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [4] :

  • Berduka atas wafatnya ketua umum persis

    Tiada yang abadi di dunia ini, akhirnya hanya kepadaNya juga kita kembali. Kita semua kaum muslimin terutama warga Persis sangat kehilangan ust Siddieq. Namun kita harus menerima takdir ini dengan pasrah dan selanjutnya yang paling penting adalah bagaimana ke depan nasib Persis. Siapa pengganti beliau yang dapat memimpin Persis selanjutnya.

  • Doa dan harapan

    innaa lillaahi wa innaa ilayhi rooji'uun, allohumma ajirnii fii mushibatii wakhluflii khoyron minhaa, Alloohummaghfirlahu warhamhu. semoga kel dan kaum muslimin diberi kesabaran dan mendapat pelajaran berharga agar selalu menuliskan tinta ermas dan bersiap untuk kehidupan akhirat . aamiin

  • Dan kepadanyalah kita akan kembali

    Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,
    semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT.

  • Innalillahi

    Innnalillahi wainalillahi roji'un, Allahumma ajirni fimusibati................, Ya Allah mudah-mudahan Engkau memberikan tempat disisiMu dengan diakhiri KEINDAHAN. Amien

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan