close

Pil Koplo Renggut Nyawa Seorang Anak

Selasa, 10 November 2009 | 10:13 WIB

TEMPO Interaktif, Lumajang - Kematian Rimil, 15 tahun, anak putus sekolah Selasa (10/11) pagi ini menggegerkan warga Dusun Sidorejo Desa Karangsari Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang. Anak seorang ketua RT di dusun setempat tersebut diduga tewas setelah menenggak 30 butir pil Dextromethorphan bersama dua orang temannya, Mochamad Budi Firmansyah, 17 tahun dan Mochamad Ismam, 19 tahun. Ketiga pemuda ini sehari-harinya dikenal sebagai pengamen.

Polisi menemukan dua bungkus pil koplo tersebut di luar rumah Sutrisno, tempat ketiga pemuda ini menggelar pestanya tadi malam. Dua teman korban, Budi dan Ismam saat ini ditahan di Kantor Kepolisian sektir Sukodono guna menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Budi dan Ismam, mereka membeli pil kopol tersebut dari Agus, Kelurahan Kepuharjo Kecamatan Lumajang sebanyak tiga paket. Setiap paketnya berisi 30 butir pil yang berwarna kuning itu. Setiap paketnya dibelinya dengan harga Rp 7 Ribu. Pil tersebut kemudian dibagi satu paket untuk satu orang.    

Menurut pengakuan saksi, mereka memperoleh uang tersebut setelah ngamen seharian di Desa Karangsari. Uang hasil ngamen sebanyak Rp 30 ribu tersebut kemudian disepakati untuk dibelanjakan pil koplo pada malam harinya. Usai menenggak pil koplo tersebut, ketiganya kemudian pergi ke pasar malam di Sukodono.

Sekitar pukul 23.00 tadi malam baru kemudian pulang ke rumah Sutrisno. Rumah tersebut memang biasa jadi tempat mangkal mereka baik pesta maupun tidur pada malam hari. Rimil baru diketahui tewas pada pagi ini setelah tidak bangun dari tidurnya. Kedua temannya tersebut sudah bangun lebih awal dan pulang ke rumahnya masing-masing.
 
Kepala Kepolisian Sektor Sukodono Ajun Komisaris Polisi Jumali mengatakan, pihaknya masih akan menunggu hasil visum dari dokter untuk mengetahui penyebab kematiannya. “Saya belum tahu dan tidak bisa menduga-duga,” katanya kepada Tempo pagi ini.

Sementara itu sumber Tempo di Polsek Sukodono mengatakan, sudah bisa dipastikan penyebab kematian Rimil karena overdosis. “Mungkin karena dia masih sangat muda, sementara kedua temannya lebih tua dan kondisi badannya lebih tahan,” kata sumber Tempo ini. Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi mereka sudah sama-sama sering mengonsumsi pil koplo itu. “Saya sudah setengah tahun mengonsumsinya,” kata Budi.

DAVID PRIYASIDHARTA

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan