close

Sekitar 100 Juta Hektar Hutan Indonesia Gundul

Sabtu, 14 November 2009 | 20:08 WIB

TEMPO Interaktif, Bojonegoro -
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, mengatakan dari 100 juta dari 120 juta hektar hutan Indonesia gundul. "Kerusakannya sudah amat sangat parah," ujarnya dalam sebuah acara penghijauan hutan di Desa Ngunut, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Sabtu (14/11).

Karenanya, kata dia, pemerintah akan membuat terobosan baru. Terobosan itu diantaranya melakukan hutanisasi sekitar 500 hektare per tahun. Program ini, kata dia, akan dilakukan dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Untuk progam ini, dibutuhkan dana sekitar Rp 2,8 triliun. "Dananya sudah disetujui. Tinggal menunggu persetujuan DPR," ujar Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional ini.

Kerusakan hutan itu, kata dia, umumnya terjadi di daerah-daerah yang dikenal memiliki hutan luas seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Terobosan lainnya, kata dia, jika sebelumnya satu orang menanam satu pohon, kini dirinya akan mencanangkan satu orang 10 pohon dengan melibatkan pemerintah daerah setempat.

Bupati Bojonegoro, Suyoto menyambut baik program itu. Dia mencontohkan, hutan di kabupaten ini luasnya sekitar 53 ribu hektare. Sebagian besar berada di Bojonegoro bagian selatan, barat daya dan utara.

Di Bojonegoro sendiri, kini hutannya tengah dalam ancaman serius. Penyebabnya, karena rusaknya hutan sehingga berdampak pada serapan air di hutan yang kurang. Untuk itu, Pemerintah Bojonegoro akan bekerjasama dengan Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan, untuk sama-sama menjaga hutan. “Kini tengah memasuki musim hujan. Tentu waspada bencana,” katanya.

Sedangkan tanaman yang akan ditanam di hutan-hutan rusak, di antaranya pohon jati sebanyak 30 ribu bibit, mahoni 170 ribu bibit, jarak 100 ribu bibit dan kelapa 22 ribu bibit.

SUJATMIKO

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [1] :

  • Belajar dari pengalaman dan sejarah

    Naif. Menhut baru kita ini ternyata terjebak juga dalam arus sejarah buruk bangsa kita soal hutan. Tahun ke tahun luas lahan kritis dan hutan gundul di negeri ini meningkat tajam. Bersamaan dengan kerusakan itulah, segala judul dan nama program dephut atau pemerintah diluncurkan, dari berlabel Program Sejuta Pohan, Satu Orang Satu Pohon, tetapi hasilnya, hutan semakin rusak, pohon semakin langka. Kecintaan terhadap alam dan spirit bangsa yang menjaga hutannya tak terlepas dari kemauan bangsa ini untuk menegakkan hukum di bidang lingkungan dan tak kalah penting kurikulum pendidikan yang menekankan pentingnya alam dilestarikan. Belajarlah pak Menteri dari kegagalan kita. Kami tak sekedar menkritisi, tapi kami juga berbuat walau tak terlalu dihiraukan pemerintah dan banyak orang.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan