close

Jawa Barat Pinjamkan Asetnya untuk UIN Syarif Hidayatullah

Sabtu, 21 November 2009 | 07:32 WIB

TEMPO InteraktifBANDUNG - Pemerintah Jawa Barat meminjamkan asetnya berupa bangunan dan lahan seluas 1 hektare pada UIN Syarif Hidayatullah. "Ini kerjasama pemanfaatan, menghindari kemubaziran," kata Gubernur Ahmad Heryawan usai penekenan MoU dengan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Komarudin Hidayat di Bandung.

Lahan dan bangunan itu merupakan sisa aset pemerintah Jawa Barat di Tanggerang, Banten, yang tersisa setelah pemisahan dua provinsi itu. Lahan itu bersebelahan dengan kampus UIN Syarif Hidayatullah, Tanggerang, Banten.

Bangunan wisma di lahan itu kini tengah dipinjam pemerintah Banten, hingga Desember ini untuk menampung pengungsi korban jebolnya waduk Situgintung. Awal tahun depan lahan dan bangunan yang itu baru bisa digunakan UIN.

Dalam kerjasama itu, pemerintah provinsi meminjamkan aset itu selama setahun dan dapat diperpanjang. "Selama itu bermanfaat akan terus diperpanjang," kata Heryawan.

Tidak ada kompensasi yang diminta pemerintah Jawa Barat dalam peminjaman itu. Aset itu sengaja dipinjamkan, kata Heryawan, agar bisa dimanfaatkan. Dengan dipinjamkan, jelasnya, pihaknya tak perlu keluar ongkos pemeliharaan aset itu.

Rektor Komarudin Hidayat mengatakan, pihaknya berencana menggunakan aset itu untuk lokasi fakulas baru. "Kita akan manfaatkan untuk membuat fakultas, kemungkinan buat FISIP," katanya.

Kendati dipinjamkan cuma-cuma, Komarudin akan memberikan kompensasi berupa penawaran kerjasama. Dia mencontohkan, pihaknya akan menawarkan aset intelektual kampusnya untuk peningkatan capacity building bidang pendidikan.

AHMAD FIKRI

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan