Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bali

WaBup Buleleng : Ingatkan Tamu Gunakan Kondom
Rabu, 01 Desember 2004 | 15:30 WIB

TEMPO Interaktif, Buleleng:Hari AIDS se-dunia, 1 Desember, di Buleleng, Bali diperingati dengan acara penyuluhan HIV/AIDS bagi para pekerja seks di Desa Bungkulan, sekitar 5 kilometer sebelah timur Kota Singaraja, Rabu (1/12).

Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Buleleng dr. Agung Oka Laksmi, berdasarkan data yang ada hingga akhir Nopember 2004, jumlah penderita HIV/AIDS di Buleleng, Bali, tercatat sebanyak 42 orang. Sebagian besar penderitanya adalah laki-laki. "Itu hanya sebatas yang terdeteksi. Sebab pengungkapan kasus penderita HIV/AIDS biasanya bersifat kebetulan,"kata dr.Agung.

Awalnya penderita berobat ke rumah sakit atau Puskesmas, setelah tak kunjung sembuh barulah terungkap bahwa pasien tersebut sebenarnya terinfeksi HIV/AIDS. Agung Laksmi juga menyayangkan banyaknya pekerja seks yang tidak mau diperiksa darahnya untuk dilakukan tes Elisa, guna memastikan positif tidaknya mereka terkena infeksi HIV/AIDS."Kalau mereka tak mau periksa darah, ya kami tidak bisa memaksa. Pemeriksaan darah harus dilakukan atas kesadaran dan kerelaan yang bersangkutan. Kami tak
boleh memaksakan,"katanya.

KPAD Buleleng pada peringatan Hari AIDS se-Dunia
menerjunkan empat orang dokter untuk memberikan
penyuluhan kepada para pekerja seks yang ada di Desa
Bungkulan. Ketua KPAD Buleleng Gede Wardana, yang juga
Wakil Bupati Buleleng, bahkan ikut terjun langsung
memberikan penyuluhan.

Wardana, memperingatkan agar para pekerja seks memikirkan
kemungkinan pensiun dari pekerjaannya sekarang. "Kalau
bisa adik-adik mencari jodoh dan berumah tangga
sebagaimana warga umumnya. Jangan terus-terusan hidup
begini,"kata Wardana.

Wakil Bupati Buleleng juga mengingatkan, agar
para pekerja seks dalam meladeni mengingatkan tamu-tamunya selalu menggunakan kondom. Dengan memakai kondom, maka berarti ikut mengupayakan pencegahan berbagai penyakit menular seksual. "Sebab kesehatan itu merupakan dambaan seumur hidup. Kesehatan pangkal kesejahteraan. Jagalah diri kita agar selalu dalam keadaan sehat,"katanya.

Di Bali, sesuai peraturan daerah (Perda) yang berlaku,
sesungguhnya tidak memungkinkan ada kompleks khusus
yang menampung para pekerja seks. Perda tidak
mengijinkan adanya lokalisasi WTS. Namun kenyataan, di
beberapa desa ada penampungan WTS yang setengah legal.
Salah satunya ya di Desa Bungkulan. Di Bungkulan, dari 21 mucikari (germo), diperkirakan menampung sedikitnya 125 pekerja seks. Sebagian besar mereka berasal dari sejumlah kota di Jawa Timur seperti dari Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, dll.

Kini Pemda setempat akhirnya tidak lagi tutup mata
atas kenyataan yang ada. Bekerja sama dengan sebuah
LSM, KPAD Buleleng akhirnya mendirikan klinik khusus
di lokasi itu. Klinik itu resminya diberi nama Rumah
Singgah Bungkulan. "Rumah Singgah Bungkulan memberi
pelayanan kesehatan seminggu sekali setiap hari Kamis.
Kini para pekerja seks sudah tinggi kesadarannya untuk
memeriksakan dirinya setiap ada kunjungan dokter.
Hanya saja kalau mau diperiksa darahnya, mereka pada
tidak mau,"ujar dr. Laksmi.

Mereka yang berobat ke Rumah Singgah Bungkulan hanya dipungut Rp 3.000 untuk setiap pemeriksaan dan pengobatan. Walaupun demikian, masih saja ada beberapa WTS yang tak rutin memeriksakan diri. Sayang memang. Padahal kesehatan itu sesuatu yang amat mahal. Sesuatu yang tak ternilai harganya. Mungkin ketika dirinya terjangkit berbagai penyakit, saat itulah mungkin mereka baru menyesal. Apalagi tiba-tiba divonis terkena HIV/AIDS.

Made Mustika





INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jakarta Barat Tempat Potensial HIV/AIDS
17 Tahun HIV, Masih Ada Diskriminasi Terhadap Penderita AIDS
Penderita HIV/AIDS di Bali Tambah 8 Orang
Penderita di Sulawesi Utara Bertambah
Satu Lagi Napi Narkorba Malang Terjangkit HIV/AIDS
Menko Kesra Akan Menggalakkan Bantuan AIDS dan Narkoba
DPRD Sumut Diminta Usut Dana AIDS
Penderita HIV/AIDS Remaja Memprihatinkan
Enam Pendonor Darah Terinfeksi HIV
PMI Tangerang Temukan Kantong Darah Mengandung HIV
> selengkapnya...


Referensi

Daftar Istilah Narkoba dan HIV/AIDS
Kumulatif Kasus AIDS dan Trend Epidemi di Indonesia sd akhir Des 2003
AIDS Case Rate di Indonesia Menurut Provinsi
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
> selengkapnya...

Website

Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data