Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Daerah Desak Transparansi Bagi Hasil Migas
Jum'at, 03 Agustus 2007 | 03:43 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:
Daerah-daerah penghasil minyak dan gas meminta pemerintah transparan dalam menghitung bagi hasil pertambangan minyak dan gas. Daerah menilai mekanisme penghitungan selama ini menimbulkan kecurigaan adanya ketidakadilan dalam pembagian itu.

Hal ini disampaikan Ketua Forum Daerah Penghasil Migas H Alex Noerdin setelah membuka rapat kerja di Kuta, Bali, kemarin.

"Kami meminta BP Migas (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) memberikan kopi data produksi investor pemegang kontrak dan Pertamina," kata dia.

Dengan cara itu, daerah dapat menghitung sendiri besaran yang akan diterima tanpa rasa curiga.

Transparansi, kata Bupati Musi Banyuasin ini, juga mengenai perincian alokasi dana dalam proses produksi. Misalnya dana yang disebut-sebut sebagai cost recovery. "Selama ini kami tidak paham sebenarnya untuk apa saja dana itu," tuturnya.

Menurut dia, dana ini digunakan juga untuk pengobatan anggota staf asing hingga membiayai kegiatan bermain golf.

Logikanya, kata Alex, cost recovery akan semakin kecil seiring dengan semakin lamanya sebuah perusahaan beroperasi. "Kami patut tahu karena makin besar dana itu akan makin kecil jatah yang diterima daerah," ujar dia.

Selain soal transparansi, Alex melanjutkan, daerah mengeluhkan soal keterlambatan pembayaran jatah bagi hasil itu. Tahun ini, misalnya, jatah yang mestinya dibayarkan pada 1 April baru dibayarkan pemerintah pusat pada 27 Juli. "Apalagi jumlahnya pun turun drastis," kata Alex. "Akibatnya, defisit anggaran daerah sangat besar."

Untuk mengatasi defisit itu, daerah juga mendesak pemerintah pusat memberikan izin agar bisa meminjam kepada bank dengan jaminan anggaran daerah tahun berikutnya.

Sementara itu, untuk mencegah keterlambatan itu, Forum Daerah mengusulkan agar pembayaran bagi hasil sebesar 6 persen langsung dilakukan oleh investor tanpa melalui pemerintah pusat.

l Rofiqi Hasan

Dari Arsip Majalah TEMPO
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Memburu Emas Hitam | 14 Maret 2005
Adu Gertak di Ambalat | 14 Maret 2005
Bertaruh di Ambalat | 14 Maret 2005
Tersandung Tanker Sekongkol | 14 Maret 2005
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Minyak | 07 Maret 2005
Kecil-kecil Jadi Rebutan | 21 Pebruari 2005
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Blok Cepu Diperkirakan Baru Produksi Tahun 2010
Ratusan Ribu Kompor Gas Didistribusikan di Jabodetabek
PGN Tak Berwenang Tetapkan Harga Gas
Pemerintah Tetap Gunakan Asumsi Harga Minyak
Spekulan Hambat Pembebasan Tanah di Blok Cepu
Indonesia Butuh Kilang Minyak Baru
Pengadilan Teruskan Gugatan Blok Cepu
Pembebasan Tanah di Sumur Minyak Sukowati Memanas
Pemerintah Bahas Rencana Ekspor dan Neraca Gas
Antares Offshore Kembangkan Bisnis di Indonesia
> selengkapnya...

Referensi

UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk104864 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data