Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pendidikan Seks Diperjuangkan Masuk Sekolah di Bali
Rabu, 08 Agustus 2007 | 14:00 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Untuk mengatasi banyaknya masalah-masalah kesehatan dan reproduksi akibat perilaku seks remaja, sejumlah tokoh di Bali memandang perlunya memberikan pendidikan seks di sekolah.

Selama ini, remaja cenderung mendapat informasi yang salah mengenai masalah itu dari media massa dan sumber-sumber lain.

Pakar Seksologi Prof Dr Wimpie Pangkahila yang ditunjuk untuk menjadi Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) menegaskan, penerapan pendidikan seks sudah tak bisa ditunda lagi. “Jumlah aborsi dan kehamilan yang tak dikehendaki terus meningkat. Remaja pun terancam bahaya penularan HIV AIDS,” kata guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana itu, Rabu.

Dari data yang dilansir Badan Koordinasi Beluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), 15 persen remaja usia 10-24 tahun dari total 62 juta remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seks diluar nikah.

Sedangkan jumlah remaja berusia 15-19 tahun yang melahirkan setiap tahunnya mencapai 15 juta orang. Adapun tingkat aborsi di Indonesia mencapai 2,3 juta kasus dimana 20 %-nya dilakukan oleh remaja.

Data mengenai kasus HIV AIDS juga menunjukkan, dari 8.251 kasus HIV AIDS pada 2005, 50 % yang tertular virus adalah dari kelompok usia 15-29 tahun. Dari jumlah itu separuhnya tertular melalui hubungan seks yang tidak aman.

Wimpie membantah, adanya pendidikan seks di sekolah akan melegalkan perilaku seks bebas. Justru dengan pemahaman mengenai masalah seks – termasuk mengenai organ-organ seksualnya- remaja akan dapat mencegah perilaku yang bisa membahayakan dirinya. Mereka juga akan dapat menolak mitos-mitos yang salah mengenai seks. “Misalnya, kehamilan tidak akan terjadi bila hubungan hanya satu kali saja,” ungkap dia. Rofiqi Hasan

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dialog Partai Politik  | 07 Juni 1999
Kisah Sebatang Jarum di Kampung Bali | 06 Desember 2004
Info Kesehatan | 06 Desember 2004
Jejaring Risiko Penularan HIV di Indonesia | 06 Desember 2004
Harapan dari Buah Merah | 06 Desember 2004
Jarum-Jarum Penyebar Maut | 06 Desember 2004
Bukan Perempuan Biasa | 06 Desember 2004
Bila Setia Tak Lagi Cukup | 06 Desember 2004
Cobalah Berobat ke Dunia Maya  | 30 Maret 1999
Virus AIDS Mewabah, Penyebarnya Punah  | 23 Pebruari 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

8.581 Anak Jalanan Terinfeksi HIV
Pasien HIV/AIDS di Jember Meninggal
Kesadaran Memeriksakan HIV/AIDS di Solo Rendah
Pemerintah Lakukan Studi Kelayakan Kondom Perempuan
Pendeteksian HIV Akan Diperluas
Penderita HIV Baru Terdeteksi 15 ribu Orang.
50 Modin Dilatih Memandikan Jenazah Penderita AIDS
Pelajar Bagi-bagi Kondom di Lokasi Pelacuran
Swasta Masih Enggan Bantu Penanggulangan HIV/AIDS
Penderita AIDS di Jakarta Pusat Tertinggi
> selengkapnya...

Referensi

Daftar Istilah Narkoba dan HIV/AIDS
Kumulatif Kasus AIDS dan Trend Epidemi di Indonesia sd akhir Des 2003
AIDS Case Rate di Indonesia Menurut Provinsi
HIV/AIDS
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional

Website

Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Departemen Kesehatan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105147 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Sutjipto Klaim Menangkan Pilgub Jawa Timur
Ka-Ji akan Gandeng PKB, Golkar, PDI P untuk Putaran Kedua
Bekasi Kaji Pembangunan Listrik Tenaga Gas
Identitas Korban Danau Sunter Sedikit Terkuak
Air Sudah Genangi Dua Kelurahan di Kota Palu

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data