|
Dilarang Mencalonkan Diri, Kader PDIP Bali Pasrah
Senin, 20 Agustus 2007 | 18:02 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar: Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bali menyatakan pasrah dengan keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP yang melarang pejabat partai banteng ini mencalonkan diri sebagai Gubernur Bali 2008. Mereka menganggap keputusan itu masuk akal untuk memaksimalkan pengabdian partai terhadap rakyat.
“Kalau pun itu bisa membunuh karir politik, saya tidak mempermasalahkan,” kata kader IGN Kesuma Kelakan yang juga menjabat Wakil Gubernur Bali, Senin (20/8). Situasi saat ini memang sangat berat bagi partai sehingga harus diambil keputusan yang tegas dan bisa menarik simpati rakyat.
Mengenai kemungkinan untuk melakukan aksi loncat pagar dengan meminta dukungan dari parpol lain atau maju melalui jalur independen, Kelakan belum memikirkan hal itu. Menurut dia, proses pemilihan Gubernur masih cukup lama dan dia tetap berkonsentrasi mendukung PDIP.
Bupati Tabanan Adi Wiryatama juga menyatakan hal yang sama. “Bu Mega bilang saya tetap di tempat, itu yang saya patuhi,” katanya. Adi sebelumnya disebut-sebut akan mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur tahun depan. Namun menurut dia, pimpinan partai menginginkan dia tetap duduk di kursi Bupati. “Kalau pun saya mendaftar itu karena desakan dari arus bawah yang harus dihormati.”
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Denpasar I Gusti Jayanegara menegaskan, pihaknya akan menjunjung keputusan partai. ”Kami memang mencalonkan Walikota AA Puspayoga ke pilgub Bali, tapi kalau DPP bicara lain ya itu yang harus dipatuhi,” katanya. Meski demikian, pihaknya masih berharap DPP akan memberikan izin kepada Puspayoga.
Menurut dia, adanya larangan itu bukan berarti DPP lebih mempriroritaskan calon non kader. Sebab , sejumlah kader yang tidak memiliki jabatan di eksekutif juga telah siapa bertarung memperebutkan jabatan itu. Namun dia menegaskan, siapa pun yang ditunjuk DPP akan diperjuangkan oleh DPC PDIP Denpasar.
Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|