Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kain Batik Hiasi Arena UNCFCC
Sabtu, 01 Desember 2007 | 09:24 WIB

TEMPO Interaktif, Bali:

Menjelang perhelatan akbar Konferensi PBB Nations Convention For Climate Change (UNCFCC), perubahan iklim hotel pada 3-14 The Westin Resort, Nusa Dua mempercantik diri. Ruang Bali International Convention Centre di hotel itu dihiasi kasin batik karya perancang Josephine Komara.

Josephine Komara mengatakan pihaknya diberi kesempatan memajang koleksinya setelah proposalnya mendapat persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup. “Kain batik dinilai sebagai industri yang ramah lingkungan dan warisan dari budaya kita , “ ujar Obin, sapaan akrabnya.

Menurut dia, motif yang dipilih seluruhnya mengenai kelestarian alam dan keindahan lingkungan. Batik itu seluruhnya dibuat secara handmade (dengan tangan) mulai dari memintal, menenun, dan menghiasai prada emas 24 karat.

Salah-satunya dalah motif pohon kehidupan yang menggambarkan sebuah pohon yang bercabang-cabang dan memberi kehidupan bagi mahluk lain. Kain itu dipajang di ruang VIP BICC yang merupakan tempat bagi Presiden RI mengadakan pertemuan-pertemuan bilateral dengan pemimpin dari negara- negara lain.

Display atau penempatan kain cukup unik. Karena selain ada kain yang menempel di dinding, ada juga yang digantungkan di ketinggian atau dibentuk menyerupai kapal-kapal di angkasa. “Kita ingin memastikan bahwa batik adalah warisan budaya Indonesia, ” tegasnya Untuk pameran ini, dia menyiapkan 1.000 lembar kain, setelah diseleksi yang dipamerkan hanya 425 kain.

General Manager The Westin dan BICC Jan Bundgaard menyatakan, pihaknya telah siap mensukseskan acara UNCFCC. “Persiapannya telah dimulai sejak 10 bulan lalu,” ujarnya. Persiapan itu termasuk penambahan 260 staf karyawan baru. 23 diantaranya didatangkan dari jaringan Starwood Hotel dan Resort di Indonesia dan Malaysia.

Selain menyajikan keunikan batik, pada saat konferensi pihaknya juga bekerjasama dengan Java Books untuk memasarkan buku dari mantan Wakil Presiden AS Al Gore. Salah-satunya adalah buku “An Inconvenient of Truth” yang mengantar Gore memenangkan hadiah nobel.


Rofiqi Hasan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Telah Belanjakan US$ 3 Juta untuk Pertemuan Bali
Nelayan dan Petani Bali Tak Siap Hadapi Perubahan Iklim
Sekjen PBB dan PM Australia Akan Hadiri Konferensi UNFCCC
2,6 Miliar Manusia Terkena Dampak Perubahan Iklim
Emil Salim: Kepentingan Ekonomi Merusak Lingkungan
Akibat Perubahan Iklim Kemiskinan Meningkat
Jakarta Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Jakarta Berawan dengan Hujan Ringan
PBB Gelar Workshop Perubahan Iklim
Jakarta Berawan Tanpa Hujan
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112692 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal
Polisi Sisir Kamar Mayat RSU Soetomo

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data