Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Umat Hindu Bali Terancam Globalisasi
Sabtu, 08 Desember 2007 | 11:47 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar: Tantangan terberat bagi pemimpin umat Hindu di Bali adalah dampak negatif globalisasi. Terutama berkembangnya paham hedonisme yang menonjolkan kepuasan material belaka.

Mantan Direktur Urusan Agama Hindu Ditjen Bimas Hindu dan Budha I MADE Titib menyatakan hal itu dalam sarasehan “Pemimpin, Gagasan dan Karya Nyata untuk Rakyat” yang digelar Koalisi Rakyat untuk Demokrasi (Kordem) di Denpasar, Sabtu (8/12). “Sentuhan budaya global dapat menimbulkan hilangnya orientasi dan konflik muncul dimana-mana,” tegasnya. Uang dijadikan sebagai tolok ukur dan masyarakat semakin sekuler serta komersial.

Bagi dia, keadaan pada jaman ini sudah sangat mirip dengan gambaran jaman Kaliyuga yang telah diramalkan oleh sejumlah kitab suci umat Hindu, yakni suatu jaman dimana nafsu duniawi telah menjadi tujuan. Globalisasi juga telah menghilangkan batas-batas budaya barat yang dengan mudah menulari budaya timur, meski budaya timur pada dasarnya lebih memiliki orientasi spiritual.

Karenanya, kata Titib, dibutuhkan kepemimpinan yang mampu memberikan teladan dan kebijaksanaan. Khususnya, agar ada peningkatan kualitas SDM yang akan mampu secara selektif mengambil keunggulan budaya barat dan meninggalkan sisi negatifnya. Ia mencontohkan kepemimpinan di India yang saat ini telah berhasil membawa bangsa itu memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi.

Menanggapi pernyatan itu, Walikota Denpasar AA Puspayoga menegaskan, kualitas SDM memang menjadi prioritasnya namun kualitas lingkungan juga harus mendapat perhatian. Selama masa kepemimpinannya, sejumlah proyek pengelolaan limbah dan sampah telah dilakukan dengan biaya ratusan milyar dari hibah sejumlah negara. Selain itu, perbaikan kualitas SDM juga ditentukan oleh keberhasilan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui sektor ekonomi. ”Karena itu kami menggulirkan kredit tanpa agunan kepada pengusaha kecil,” tegasnya.

Sementara itu Anggota DPD asal Bali I Wayan Sudhirta menilai, masyarakat Bali harus tetap optimistis melihat pengaruh globalisasi. Kuncinya, kata dia, adalah ketelitian dalam memilih pemimpin yang memiliki wawasan dan keberanian untuk bersikap. Hal itu bisa diukur dari sikap dan karya nyata yang telah dilakukannya. Terutama dalam komitmen untuk mengatasi kemiskinan, korupsi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rofiqi Hasan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengikut Al Qiyadah Tetap Diproses Hukum
Umat Hindu Bali Rayakan Hari Saraswati
Al-Quran Suci Masuk Kategori Perbuatan Menyimpang
Ratusan Tempat Ibadah di Maluku Dapat Bantuan
Perkawinan di Bawah Umur Meningkat di Ponorogo
Miss Universe Ditolak di Bandung
Lembah Karmel Digeruduk Massa
Gontor Gelar Konferensi Studi Islam
Sebagain Warga Tolak Yogya Festival 2007
Shiah Pasuruan Diminta Bubar
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113157 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Sutjipto Klaim Menangkan Pilgub Jawa Timur
Ka-Ji akan Gandeng PKB, Golkar, PDI P untuk Putaran Kedua
Bekasi Kaji Pembangunan Listrik Tenaga Gas
Identitas Korban Danau Sunter Sedikit Terkuak
Air Sudah Genangi Dua Kelurahan di Kota Palu

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data