|
Ratusan Aktivis Lingkungan Demo di Depan Konsulat Jenderal AS
Senin, 10 Desember 2007 | 13:03 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar:Ratusan aktivis mahasiswa Bali, Senin (10/12), melakukan unjuk rasa di Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Denpasar, Bali. Aksi merupakan bentuk peringatan hari Hak Asasi Manusia internasional sekaligus protes terhadap sikap Amerika Serikat dalam masalah perubahan iklim.
Sejumlah elemen masyarakat turut bergabung dalam aksi, antara lain: Ikatan Korban Narkotika (IKON) Bali, Kelompok Falun Gong, warga masyarakat Papua, dan para aktivis lingkungan. Mereka membawa atibut menunjukkan identitas. Contohnya, warga Papua mengenakan pakaian adatnya.
?Semua elemen bergabung karena merasa sumber masalah pada sikap pemerintah AS,? kata M Katafi, koordinator aksi. Setiap elemen kemudian menyampaikan pernyataan sesuai kepentingan mereka. Orasi juga diselingi teriakan protes. ?Number One Teroris, Number One Teroris,? kata mereka.
Wenslaus, warga Papua, menyerukan Amerika Serikat menghentikan investasi di Papua. ?Mereka hanya nengeksploitasi dan merusak alam kami, tapi masyarakat tak kunjung sejahtera, ? kata dia.
Para rekannya mengacungkan poster bertuliskan, ?Don?t take My Virgin Forest?, ? Tolak Peluncuran Satelit di Biak?, ?Bebaskan Aktivis Papua?, ?SBY Kalla Jangan jadi Boneka AS,? dll.
Demonstran hanya membacakan deklarasi rakyat mengenai Perubahan Iklim setelah dua jam tak ada yang menemuinya. Para demonstran meminta penghentian eksploitasi sumber daya alam yang merusak lingkungan dan menjadi sumber pelanggaran HAM. ?Kedaulatan atas sumber daya harus dikembalikan kepada rakyat,? kata Astika yang membacakan deklarasi.
Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|