|
Asosiasi Hotel di Bali Gandeng Greenpeace
Rabu, 12 Desember 2007 | 07:51 WIB
TEMPO Interaktif, Nusa Dua:
Untuk mewujudkan pariwisata ramah lingkungan, kalangan perhotelan di Bali sepakat turut mengurangi emisinya. Mereka pun menggandeng LSM Lingkungan Internasional Greenpeace untuk memfasilitasi dan mengawasi penerapan komitmen itu.
Launching kerjasama antara Bali Hotel Association (BHA) dan Bali Tourism Development Center (BTDC) dengan Greenpeace dilakukan di atas Kapal Rainbow Warrior di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC), Selasa (11/12). Peluncuran kerjasama itu ditandai dengan membentangkan poster yang menggambarkan aktivitas wisata hemat energi. Dalam poster itu digambarkan, setiap turis yang meninggalkan hotel akan mematikan energi listrik di kamarnya
“Kami yakin standar ramah lingkungan akan menjadi tolok ukur bisnis pariwisata di masa depan,” ujar Urs Klee, Ketua Peduli Lingkungan Bali Hotel Association.
Greenpeace dipilih sebagai mitra karena sudah memiliki nama internasional sehingga akan memudahkan promosi yang mereka lakukan. Bali, menurutnya, akan dikampanyekan sebagai ”The Most Energy Efficient Destination in Tourism”. Saat ini sudah 20 hotel yang terlibat dalam kegiatan itu dari sekitar 80 anggota BHA.
Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggra Emmy Hafild mengatakan setelah launching itu sejumlah agenda akan dilakukan Greenpeace. Seperti audit hemat energi yang dikaitkan dengan emisi yang dikeluarkan oleh operasionalisasi hotel. Audit meliputi seluruh proses dari sisi pemanfaatan energi, pengelolaan sampah serta penataan lingkungan yang dapat menyerap karbon. ”Kami merasa berkepentingan menjaga Bali untuk tetap sealami mungkin,” ujarnya.
Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|