Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengedar Uang Palsu Mengaku Wartawan
Kamis, 20 Desember 2007 | 15:45 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Komplotan pengedar uang palsu berhasil digulung aparat Reserse dan Kriminal Polda Bali. Uniknya, dua dari tiga anggota komplotan ini mengaku sebagai wartawan.

“Kami juga menyita ID Press mereka,” kata Direktur Reserse dan Kriminal Polda Bali, Komisaris Besar Wilmar Marpaung, Kamis (20/12). Mereka adalah Syamsul Khoir Riyanto, 45, yang mengaku Pimpinan Redaksi Tabloid Satelit beralamat di Jember dan Abdul Latif, 44, dari Tabloid Expose dengan alamat kantor di Situbondo.

Penangkapan komplotan ini berawal dari informasi akan adanya pengedar uang palsu yang akan memasuki Bali pada tanggal 24 November 2007. Polisi yang sudah memegang ciri-ciri pelaku lalu melakukan pengintaian di Terminal Ubung, Denpasar. Ternyata kemudian diperoleh informasi si pelaku sudah turun sebelum bus memasuki terminal.

Dari penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menghubungi orang tersebut yang ternyata adalah Abdul Latif. Kemudian polisi menjebaknya dengan transaksi pancingan di mana 1 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu akan ditukar dengan 5 lembar pecahan uang palsu. Saat transaksi, nilai total uang palsu mencapai Rp 62 juta terdiri dari 1.217 lembar Rp 50 ribuan dan 22 lembar Rp 100 ribuan.

Dari mulut Latif, yang pada ID pressnya tertera jabatan pimpinan redaksi, muncul pengakuan bahwa dia bekerja sama dengan Syamsul Khoir Riyanto. ”Kami tangkap keduanya di tempat yang sama,” sebut Marpaung.

Keduanya lalu ’berkicau’ dengan menyebut nama Giran, seorang wiraswasta di Banyuwangi sebagai pemasok uang palsu tersebut yang akhirnya ditangkap polisi pada 17 Desember lalu.

Menurut Marpaung, mereka baru sekali melakukan aksinya. Namun, penangkapan lain di Polres Klungkung terhadap tersangka pengedar upal bernama Mandra memberi petunjuk lain. Sebab, Mandra yang tertangkap pada 17 Desember 2007 pun mengaku mendapat uang dari Giran. ”Kita khawatir masih banyak pengedar lain yang berkeliaran,” tegasnya.

Rofiqi Hasan

Dari Arsip Majalah TEMPO
Selalu Ranting, Bukan Batang | 24 Januari 2005
Uang Palsu dari Madiun 34 | 24 Januari 2005
Uang Palsu di Sarang intel | 24 Januari 2005
TEMPO, 30 Oktober 1971 | 24 Januari 2005
Bisnis Sepekan | 29 November 2004
Tak Selalu Rahasia  | 28 Juni 2004
Anwar Nasution Memutus Rantai Pemalsuan  | 28 Juni 2004
Pecahan Palsu di Balik Stiker  | 28 Juni 2004
Menyiasati Pemain Lama  | 28 Juni 2004
Mencegat Si Palsu dan Si Aspal  | 28 Juni 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Otak Pemalsu Uang Diburu ke Tawangmangu
Jelang Pilkada, DPRD Minta Peredaran Uang Palsu Diawasi
Peredaran Uang Palsu Meningkat Menjelang Lebaran
Pembuat Uang Palsu Ditangkap
Polisi Gagalkan Penggandaan Uang Rp 63 Miliar
Uang Palsu di Solo Naik 50 Persen
Lumpur Gas Ancam Desa Barambai, Barito Kuala
Taman Nasional Lauser Akan Dihutankan Kembali
Calon Gubernur Aceh Janji Bangun Ekonomi Rakyat
Jejak Manusia Pertama Sumatera Utara Ada di Pulau Nias
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Bank Indonesia
Badan Intelijen Negara

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113904 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data