|
Kodam Udayana Cek Tentara Merangkap Satpam
Selasa, 19 Pebruari 2008 | 12:24 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar: Menyusul peristiwa ledakan yang terjadi di Denpasar baru-baru ini, Kodam IX Udayana memeriksa data anggota TNI yang memiliki kerja sambilan sebagai satpam ditempat hiburan. Pangdam IX Udayana Mayjen GR Situmeang khawatir, peledakan bom itu terkait dengan keberadaan tentara tempat-tempat itu.
"Larangan untuk merangkap sudah lama diberikan," kata Situmeang di Denpasar, Selasa (19/2). Namun dia menduga masih ada anggota yang berani untuk melanggar larangan itu. Di sisi lain, ada sebagian warga sipil yang sengaja memanfaatkan anggota dan mantan anggota untuk kepentingan tertentu. "Karena itu terus kami monitor," jelasnya.
Sejauh ini, Situmeang belum menemukan bukti adanya keterlibatan oknum TNI dalam kasus peledakan itu. Memang ada dugaan amunisi yang digunakan untuk merakit bom berasal dari anggota TNI. "Mungkin saja ada anggota yang nakal menjual amunisi," katanya. Namun, lagi-lagi dia menyebutkan, belum ada bukti untuk memperkuat dugaan itu.
Situmeang pun membantah dugaan peledakan itu dilakukan dengan menggunakan granat standar TNI. "Kalau pakai granat kami tentu akibatnya akan lebih dahsyat," katanya. (Rofiqi Hasan)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|