|
Pemadaman Listrik Mulai Diterapkan di Bali
Kamis, 21 Pebruari 2008 | 08:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menyusul terjaidnya defisit listrik pada kelistrikan sistem Jawa dan Bali hingga 1.500 MW, pemadaman bergilir mulai diterapkan di Bali. Masyarakat dan kalangan perhotelan juga diminta untuk melakukan penghematan listrik.
Pemadaman Listrik Mulai Diterapkan di Bali
Denpasar, Menyusul terjaidnya defisit listrik pada kelistrikan sistem Jawa dan Bali hingga 1.500 MW, pemadaman bergilir mulai diterapkan di Bali. Masyarakat dan kalangan perhotelan juga diminta untuk melakukan penghematan listrik.
Menurut Humas PLN Bali Wayan Redika, pasokan listrik ke Bali berkuran 50-60 MW akibat defisit itu. Pengurangan beban kemudian dikompensasikan dengan pemadaman pada 3 sistim jaringan di Bali dengan komposisi wilayah Bali Selatan mencapai 50 persen.
Wilayah Bali Timur dan Bali Utara masing-masing sebesar 25 persen. ”Itu dilakukan secara sporadis di tiap gardu listrik masing-masing sekitar 1,5 jam,” sebutnya, Kamis (21/2).
Adapun penghematan bisa dilakukan masyarakat dengan mematikan lampu 50 watt di masing-masing pelangan R1 dan 100 watt pada pelanggan dengan daya 1.300 watt. Pihak hotel juga diminta menggunakan genset terutama pada saat beban puncak sekitar 2 jam/perhari.
Kalangan perhotelan sendiri tidak berkeberatan dengan himbauan PLN itu. Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Perry Markus, kepemilikan generator sudah menjadi prasyarat khusus.
”Bagi kami listik bukan hanya beban produksi tapi juga menjadi bagian dari esetetika untuk kepuasan tamu,” jelasnya. Namun dengan adanya kejadian ini, dia berharap PLB dapat mengkaji ulang pola layanannya dengan mempertimbangkan berbagai keadaan.
Rofiqi hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|