Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

4.035 Ogoh-ogoh Semarakkan Malam Nyepi di Bali
Selasa, 04 Maret 2008 | 14:39 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:4.035 ogoh-ogoh atau boneka raksasa bakal menyemarakkan malam Pengerupukan menjelang pelaksanaan Nyepi 2008 di Bali. Jumlah itu meningkat 9 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 3.700 boneka.

“Yang tercatat itu hanya yang berukuran besar. Kalau digabung dengan yang kecil jumlahnya jauh lebih banyak,” kata Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar AS Reniban, Selasa (4/3).

Jumlah itu tersebar di seluruh Bali, yaitu 527 di Badung, 250 di Jembrana, 203 di Karangasem, 258 di Bangli, 672 di Denpasar, 1.072 di Gianyar, 575 di Tabanan dan 215 di Klungkung.

Ogoh-ogoh sendiri merupakan simbol roh jahat yang setelah diarak keliling desa akan dibakar beramai-ramai pada malam Nyepi yang tahun ini jatuh pada Jumat (7/3). Namun, sering kali terjadi, pengarakan berbuntut perkelahian pemuda antardesa. Karena itu, tegas Reniban, Polda Bali melarang para pemuda melakukan pengarakan sambil meminum bir atau melemparkan mercon.

Operasi pengamanan pawai ogoh-ogoh termasuk dalam operasi pengamanan Nyepi 2008 dengan sandi Nyepi Cipkon Agung 2008. Polda Bali mengerahkan 1.600 personel yang sebagian besar beragama non-Hindu. ”Anggota yang Hindu akan pulang kampung dan mem-back up pengamanan di desanya oleh pecalang (petugas keamanan adat),” jelas Reniban.

Nyepi tahun ini tergolong unik karena jatuh pada hari Jumat dan bertepatan dengan peringatan Jumat Salib bagi umat Kristen.

Menurut Reniban, ibadah salat Jumat tetap dapat dilaksanakan dan telah diatur oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar tidak mengganggu ritual penyepian, yakni dengan anjuran agar umat Islam bersembahyang di tempat terdekat tanpa menggunakan sepeda motor, dan pengeras suara hanya untuk ke dalam masjid. Polisi dan pecalang akan bersama-sama menjaga pelaksanaan salat Jumat.

Sementara itu, ibadah Jumat Salib sesuai dengan fatwa pendeta Kristen dizinkan dilakukan di rumah masing-masing.

Selama Nyepi antara Jumat (7/3) dini hari hingga Sabtu (8/3) umat Hindu dilarang melakukan berbagai aktvitas, menyalakan api serta lampu. Bandara Ngurah Rai juga akan ditutup, demikian pula dengan pelabuhan penyeberangan Padang Bai dan Gilimanuk. ”Soal ini diatur oleh SK Gubernur dan kami hanya mengikuti,” sebut Reniban.

Rofiqi Hasan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ritual Ciuman Massal Kembali Digelar di Denpasar
Warga Sesetan Ciuman Massal
Karena Nyepi, Wartawan Dilarang Liput Istana
Kala Nyepi, Bali Gelap Gulita

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118529 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Sutjipto Klaim Menangkan Pilgub Jawa Timur
Ka-Ji akan Gandeng PKB, Golkar, PDI P untuk Putaran Kedua
Bekasi Kaji Pembangunan Listrik Tenaga Gas
Identitas Korban Danau Sunter Sedikit Terkuak
Air Sudah Genangi Dua Kelurahan di Kota Palu

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data