Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Umat Hindu di Bali Gelar Tawur Kesanga
Kamis, 06 Maret 2008 | 11:48 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Umat Hindu di Bali hari ini menggelar upacara Tawur Kesanga yang dipusatkan di lapangan Puputan Badung dalam rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1930.

Menurut Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali Ngurah Sudiana Msi, Tawur Kesanga bermakna penyucian alam semesta menjelang pergantian tahun.

”Kita berharap tahun depan semua yang berada di alam akan makin harmonis,” jelasnya. Upacara itu untuk menjaga agar unsur alam semesta yang disebut Panca Mahabutha, yakni air, api, tanah, benda padat dan gas serta ruang kehidupan tetap lestari.

Sehari sebelumnya, umat Hindu menjalani upacara Melasti dengan mengusung pratima (simbol manifestasi Tuhan) menuju pantai dan mata air untuk memohon Tirta Amerta (Air Kehidupan). Kemudian dilanjutkan dengan Nyejer atau menempatkan simbol-simbol itu di Pura Bale Agung dan upacara Maprani atau persembahyangan disertai makan bersama sebagai simbol kebersamaan umat manusia.

Taur Kesanga pada hari ini akan berujung pada tradisi Ngerupuk yang dimaksudkan untuk menetralisir unsur negatif alam semesta. Simbolisasinya antara lain dengan pengarakan ogoh-ogoh atau boneka raksasa mengelilingi desa diakhiri dengan pembakaran boneka itu.

Puncak rangkaian Nyepi adalah tradisi Nyipeng dengan menjalani catur brata penyepian, yakni, Amati Geni (tidak menghidupkan api), Amati Lelungan (tidak bepergian), Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang) dan Amati Karya (tidak bekerja).

“Umat Hindu diharap benar-benar menjalani aktivitas spiritual,” sebutnya. Ritual ini dijalani mulai Jumat pagi (7/3) pukul 06.00 WITA hingga Sabtu (7/3) pukul 06.00 WITA.

Rofiqi Hasan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

4.035 Ogoh-ogoh Semarakkan Malam Nyepi di Bali
Ritual Ciuman Massal Kembali Digelar di Denpasar
Warga Sesetan Ciuman Massal
Karena Nyepi, Wartawan Dilarang Liput Istana
Kala Nyepi, Bali Gelap Gulita

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118713 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar
Keluarga Sudah Menerima Kabar Sophan Sophian Meninggal
Soetrisno Bachir Keliling Jawa Tengah
Keluarga Masih Menunggu Kabar Meninggalnya Sophan Sophian
Politikus Sophan Sophian Dikabarkan Meninggal

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data