|
KPU Bali Dipaksa Tunda Pilkada
Kamis, 03 April 2008 | 14:34 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar:Puluhan massa dari Koalisi Calon Independen Seluruh Indonesia (KCPSI) hari ini mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali. Massa yang dipimpin Ketua KCPSI Nasional Lalu Ranggalawe dan KCPSI Bali Ida Ayu Mas itu mendesak KPU untuk menunda pelaksanaan pilkada di Bali.
”Kami minta KPU menegaskan komitmen untuk menghormati hak-hak konstitusional rakyat yang dijamin UUD,” tegas Ranggalawe. Tokoh yang memenangkan gugatan terhadap UU Pemda di Mahkamah Konstitusi itu mengatakan KPU tak bisa lepas tangan dengan perkembangan situasi saat ini.
”Apakah KPU akan bertanggung jawab atas Pilkada yang cacat hukum,” tegasnya seraya mengancam akan menggugat KPU bila menolak mengakomodasi aspirasi mereka.
Proses Pilkada Bali sendiri sebenarnya mulai berlangsung. Namun masa pendaftaran calon baru akan dimulai pada 12 April hingga 18 April. Ketua KCPSI Bali Ida Ayu Mas menyatakan KPU mesti menunggu keluarnya petunjuk teknis yang mengakomodasi calon independen. Langkah itu juga untuk menghindari gejolak dalam masyarakat.
Atas tuntutan itu, Ketua KPU Bali AA Wisnumurti mengaku berada di posisi yang sulit. ”Secara aspirasi keinginan kita sama. Tetapi secara teknis posisi kita berbeda,” tegasnya.
Wisnumurti merasa tidak memiliki kewenangan untuk menunda pilkada karena hanya merupakan unit pelaksana teknis saja. Sebagai jalan tengah, akhirnya dia bersedia mengutus Ketua Divisi Hukum dan Advokasi KPU Bali Lanang Perbawa untuk meminta KPU Pusat mengambil sikap atas perkembangan ini.
Sementara itu, secara terpisah Ketua DPD PDIP Bali Cokorda Ratmadi menegaskan pihaknya tidak khawatir dengan munculnya calon independen. ”Silakan saja, tapi tolong ikuti aturannya,” tegasnya. Dia berharap kalangan pendukung calon independen tidak memaksakan kehendak sehingga merugikan kepentingan bersama.
Cok Rat–begitu dia akrab dipanggil-juga menyatakan kesiapan calon partainya untuk bertarung dengan calon independen. Secara organisasional, menurutnya, dukungan partai sudah jelas lebih solid dibanding dukungan terhadap calon independen yang baru saja dibentuk.
Di Bali, PDIP sendiri mengusung pasangan calon Made Mangku Pastika dan AA Puspayoga. Calon lain dari partai politik adalah pasangan Cok Budi Suryawan-Suweta dari Partai Golkar dan pasangan Winasa–Alit Putra yang didukung Partai Demokrat bersama sejumlah partai gurem.
Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|