|
Ahmadiyah Desak SBY Tak Turuti Tekanan Ormas Islam
Minggu, 20 April 2008 | 09:48 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar:Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak tunduk dan menuruti keinginan sejumlah Ormas Islam untuk membubarkan Ahmadiyah. Alasannya, keinginan itu didasari oleh motif untuk menggunakan agama sebagai alat pemecah bangsa.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara JAI Syamsir Ali didampingi Sekjen PB JAI Ahmad Supardi, Minggu (20/4) di Denpasar. ”Ini bukan agenda Mukernas tapi perkembangan situasi membuat kami harus membuat pernyataan,” Syamsir.
Penolakan pembubaran itu, menurut Syamsir, juga karena mereka merasa memiliki andil dalam perjuangan kemerdekaan. Dari 17 tokoh yang menerima penyerahan kedaulatan NKRI dari Belanda pada tahun 1949 salah-satunya adalah tokoh Ahmadiyah Isa Muhammad. Syamsir kemudian mengutip pernyatan Bung Karno dalam buku ”Di Bawah Bendera Revolusi” yang merasa memperoleh pendidikan dari kalangan Ahmadiyah.
JAI bahkan meminta agar Bakorpakem mengkaji ulang rekomendasi pembubaran. Apalagi pemantauan dilakukan secara sepihak dan tidak melibatkan pemantau independen. ”Itu sebabnya ada kesimpulan Ahmadiyah mempunyai kitab suci Tadzkirah yang menggantikan Al Qur,an. Naudzubillah,” ujar Syamsir. Menurut dia, kesimpulan itu adalah sebuah kebohongan dan fitnah yang sayangnya justru dilakukan oleh suatu lembaga pemerintahan.
Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|