|
Nusa
Garut Longsor, Dua Orang Meninggal Dunia
10 April 2004
TEMPO Interaktif, Bandung:Dua orang meninggal dunia dan enam lainnya luka berat dan ringan akibat longsor di Kota Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Jumat (9/4) malam. Korban meninggal dunia adalah Enis (65) dan Ance (12). Sedangkan korban luka berat dan ringan adalah Popon (55), Cepi (27), Ipit (30), Ade (9), Enjang (24) dan Mega (9).
Bencana terjadi sekitar 8 kilometer dari kota Garut menuju Kecamatan Singaparna Kab Tasikmalaya. Tepatnya di Rt 02/Rw 08 kampung Cigangsa, Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut. Menurut keterangan petugas Polisi Resort (Polres) Garut Brigadir Pol. Maryana kepada Tempo News Room, Sabtu pagi (10/4), longsor terjadi pada Jum’at malam sekitar pukul 19.30 WIB saat hujan deras mengguyur kota itu sejak pukul 15.00 WIB
Selain merenggut korban jiwa, longsor juga mengakibatkan tiga rumah rusak termasukmilikkorban meninggaldunia, Enis. Maryana menjelaskan rumah yang tertimpa longsor yang berada sekitar tujuh meter dari pinggir jalan Garut-Singaparna itu berada di bawah tebing setinggi lebih kurang lima meter. Sedangkan tanah di atas tebing merupakan lahan kebun sayuran milik penduduk. Sehingga ketika hujan mengguyur deras dan lama tanah kebun sayuran itu sudah tidak bisa menampung debet air akibatnya tanah longsor dan menimpa rumah dibawahnya.
Menurut Maryana, tanah longsoran yang volumenya cukup tinggi sempat menimbun badan jalan sepanjang 8 meter. Akibatnya jalan sempat beberapa jam tidak bisa dilewati kendaraan sehingga kendaraan dari Tasikmalaya menuju Garut harus di belokan kearah Malangbong. “Tapi menurut laporan dari polisi sektor Cilawu Sabtu pukul 05.00 WIB, arus lalu lintas sudah kembali normal karena tanah sudah dikeruk oleh buldozer” kata Maryana.
Sementara itu berdasarkan pengecekan ke Rumah Sakit Dr. Slamet Garut dimana semua korban baik yang meninggal dan luka-luka dibawa, dua korban meninggal, menurut petugas Unit Gawat Darurat (UGD) sudah dibawa oleh keluarganya sejak pukul 08.00 WIB untuk dimakamkan. Sedangkan korban luka berat dan ringan masih dirawat dirumah sakit ini.
Daerah kabupaten Garut menurut salah seorang aktivis lingkungan Tatar Sunda, Susi Pudjiastuti memang merupakan wilayah yang paling rawan longsor di Jawa Barat. Selain kondisi tanahnya yang labil, hutan dan pegunungan diwilayah diantara Kecamatan Leles Kabupaten Garut dan Tasikmalaya sudah sangat gundul akibat penebangan baik yang dilakukan secara liar maupun legal oleh instansi resmi semacam Perhutani.
Rinni - Tempo News Room
|