Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawab Barat

Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
23 April 2004

TEMPO Interaktif, Cianjur: Hujan yang terus-menerus mengguyur kemarin malam menyebabkan longsor di belasan titik di wilayah Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur. Akibatnya, jalan raya Cianjur-Sindangbarang terputus dan lumpuh total. Dipastikan, 17 kecamatan yang berada di wilayah Cianjur selatan tertutup alias terisolasi.

Longsor yang paling parah terjadi di 4 titik, yaitu di Kampung Cicadas, Lebaksiuh, Cihanjawar, di Desa Salagedang, dan Kampung Pasir Santri Desa Sukamanah Kecamatan Cibeber. Longsor di keempat titik menyebabkan badan jalan sepanjang 30 meter ambrol masuk jurang dengan kedalaman 40 hingga 50 meter.

Longsor terjadi sekitar pukul 02.00, Jumat (23/4). Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Tapi kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Menurut Mariam, 51 tahun, warga Kampung Salagedang yang rumahnya hanya beberapa meter dari lokasi longsor, saat longsor terjadi warga kebanyakan sedang tidur lelap. Apalagi pada saat bersamaan hujan deras terus mengguyur. Warga yang terbangun dan mengetahui ada longsor segera menjauh dari lokasi rawan longsor. Sebagian warga beramai-ramai menyingkirkan lumpur yang menimbuni jalan.
"Tidak lama kemudian longsor susulan terjadi menimpa jalan sehingga jalan tersebut ambrol," kata Mariam.

Mariam mengatakan, longsor sebenarnya sudah terjadi beberapa kali. Salah satunya sebulan lalu yang mengakibatkan jalan tertimbun. "Waktu itu juga kendaraan tidak bisa lewat selama sehari, tapi jalannya tidak ambrol seperti sekarang," tambah Mariam.

Sementara itu, Burhan, 46 tahun, warga Cidaun yang sedang dalam perjalanan menuju Cianjur bersama anak istri dan mertuanya, terpaksa berjalan kaki hingga 7 kilometer karena kendaraan yang ditumpanginya tidak bisa melintas. Menurut Burhan, ia bermaksud mengunjungi saudaranya di Cianjur. "Karena kendaraan tidak bisa melintas, saya membawa anak istri dan mertua jalan kaki," ujar Burhan di lokasi kejadian.

Longsor juga mengakibatkan proses belajar di SDN Salagedang terganggu. Dari 361 siswa, hanya 70 siswa yang hadir di sekolah. "Meskipun sekolah tidak libur, diperkirakan para orangtua tidak berani melepas anak-anaknya sekolah sehingga proses belajar terpaksa diliburkan," kata Agus, salah seorang guru SDN Salagedang.

Camat Cibeber Eti Kurnaesih, mengatakan belum perlu dilakukan relokasi warga karena lokasi longsor berjauhan dengan pemukiman warga. Namun, menurut Eti, pihaknya telah menghimbau warga selalu waspada dan jika perlu segera meninggalkan tempat untuk mencari tempat yang lebih aman.

Wakil Bupati Cianjur H Dadang Rachmat, mengatakan ada 17 kecamatan di wilayah Cianjur selatan yang praktis terisolir akibat putusnya jalan oleh longsor. Menurut Dadang, tidak ada akses jalan yang bisa menghubungkan wilayah Cianjur selatan dengan Cianjur utara kecuali melalui arah Ciwidey Bandung atau Sukabumi. "Dikhawatirkan suplai bahan-bahan pokok untuk kebutuhan warga juga terputus," kata Dadang.

Menurut Dadang, langkah pertama yang akan dilakukan pihak Pemkab Cianjur adalah penanganan arus air agar tidak tumpah ke jalan. Selain itu, pihaknya juga sedang mengupayakan pembersihan jalan dan membuat jalan darurat. "Ya, seadanya dulu, pokoknya bisa dilewati kendaraan. Masalah jalan belum bisa seluruhnya dibetulkan karena kewenangannya di tangan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat," kata Dadang lagi.

Dari pantauan di lokasi, saat ini kendaraan berat seperti buldozer, traktor pengeruk tanah dan truk-truk pengangkut tanah dikerahkan untuk menyingkirkan longsoran. Namun, hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas masih belum bisa melintas karena akses jalan belum bisa dibetulkan.

Dari catatan Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Cianjur, ada beberapa kecamatan di Kabupaten Cianjur yang selama ini dianggap rawan bencana longsor, termasuk Kecamatan Cibeber. Daerah-daerah rawan longsor tersebut diantaranya Kecamatan Pacet, Sukaresmi, Sukanagara, Campaka, Cidaun, Cibinong, Kadupandak, Agrabinta, dan Naringgul.

Deden Abdul Aziz - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Korban Bahorok Nyaris Kehabisan Stok Pangan
Garut Longsor, Dua Orang Meninggal Dunia
Badai Karamkan Dua Kapal
Angin Puting Beliung Menerjang Puluhan Rumah
Ratusan Rumah di Bekasi Nyaris Roboh

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data