|
Jawa Timur
Karyawan PT. Kasogi Berunjuk Rasa
Rabu, 14 Juli 2004 | 20:26 WIB
TEMPO Interaktif, Sidoarjo: Sekitar 2.500 karyawan perusahaan sepatu PT. Kasogi Int. Tbk., Rabu (14/7), menggelar aksi mogok kerja di depan pabrik perusahaan itu di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Selain memblokir pintu masuk pabrik, para karyawan yang kebanyakan perempuan, itu duduk-duduk di lingkungan pabrik. Bahkan di malam hari, para karyawan menginap di halaman pabrik dengan mendirikan tenda-tenda darurat. Unjuk rasa sudah berlangsung sejak Selasa (13/7).
Adanya rencana direksi menutup pabrik sepatu itu pada Senin (19/7), membuat para karyawan menolak jumlah pesangon yang diberikan perusahan dan menuntut kelayakan pesangon. Dengan alasan bangkrut, direksi mengatakan, perusahaan hanya memiliki uang sebesar Rp. 500 juta untuk pesangon kepada 2.500 karyawan. Perhitungan besar-kecilnya pesangon berdasarkan masa kerja: yang sudah bekerja 1-5 tahun memperoleh pesangon satu kali gaji, 10-15 tahun diberi 2,5 kali gaji, 15-20 tahun diberi tiga kali gaji dan seterusnya. Hitung-hitungan inilah yang menyulut ketidakpuasan para karyawan.
"Saya sudah bekerja hampir 5 tahun, tapi pesangonnya hanya Rp. 200 ribu. Apa itu layak?" tanya Ria, karyawan bagian finishing. Tentu saja sebagian besar karyawan senasib dengan ria, hanya akan diberikan pesangon sebesar Rp. 200 ribu per orang.
Selain dari Unit I Buduran, para karyawan yang berunjuk rasa juga berasal dari pabrik unit II di Jalan Airlangga, Sidoarjo. "JIka pabrik memang mau tutup, kami minta pesangon yang layak, sesuai ketentuan pemerintah," kata Sulistyowati, salah seorang karyawati yang sudah bekerja lebih dari sepuluh tahun.
Perundingan sempat digelar antara Presiden Direksi, Siswandi dengan perwakilan Serikat Pekerja Perusahaan. Tapi, jalan buntu kembali ditemui. Kedua belah pihak ngotot dengan keinginannya masing-masing. Menurut Wakil Ketua Serikat Pekerja PT. Kasogi, Ansyori, karyawan menuntut agar perusahaan sekalian saja dipailitkan, agar statusnya lebih jelas.
Kukuh S Wibowo - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|