Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Polisi Tangkap Pelaku Mutilasi
Selasa, 31 Agustus 2004 | 15:47 WIB

TEMPO Interaktif, Banyumas: Teka-teki pelaku pembunuhan sadis dengan memotong-motong korban (mutilasi), terkuak. Pelakunya adalah seorang bapak dan tiga anak kandung yang semuanya laki-laki. Mereka diringkus petugas Polres Banyumas dalam waktu hampir bersamaan Senin malam (30/8) dan Selasa pagi (31/8), dalam waktu kurang dari 36 setelah korban ditemukan. Keempatnya mengakui telah membunuh dan memotong-motong tubuh Heriyadi, 47 tahun, alias Heri Best, warga Gang Buntu, Kauman Lama, Purwokerto Timur, Banyumas, karena mereka sering diperas.

Hal itu disampaikan Kepala Polisi Wilayah Banyumas Komisaris Besar Polisi Prasetyo, di ruang kerjanya, Selasa (31/8).

Para pelaku adalah Soni Darsono, 62 tahun, Agus Santoso, 28 tahun, Ruslan Abdul Gani, 22 tahun dan Mukti Wibowo,
16 tahun. Keempatnya tinggal di rumah kontrakan di RT
1 RW I, Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Wetan,
Banyumas. Rumah itu pula dipakai sebagai tempat pembantaian Heriyadi, yang dikenal sebagai jago silat.

Polisi juga akan meminta keterangan dua orang tetangga pelaku yang mengaku tahu pembunuhan itu.

Menurut Kapolwil korban dibunuh karena meminta uang pada Agus sebesar Rp 100 ribu pada Selasa malam (24/8). Menurut pengakuan para tersangka, korban sering mendatangi rumah mereka dan memeras dengan cara meminta uang atau minta dibelikan minuman keras. Karena tidak diberi uang yang dimintanya Heri Best lantas memukul Agus. Kejadian itu berlangsung pukul 21.00 WIB.

"Saudara Agus dan Abdul Gani lantas membalas pukulan
itu dengan menghantamkan batu ke kepala sebelah kanan
korban hingga roboh," kata Prasetyo. Pelaku juga
sempat memukul bagian wajah korban hingga tulang
hidungnya patah. Setelah itu tubuh korban diseret ke
salah satu kamar di rumah itu. "Di kamar itulah Abdul
Gani memotong-motong tubuh korban," kata Kapolwil.

Pelaksana eksekusi pemotongan tubuh Heriyadi adalah
Abdul Gani. Pertama-tama kepala dipotong, lalu dua
tangan dan dua kakinya. Setelah itu dada korban dibelah dan diambil jantungnya. Kemaluan korban juga dipotong. Setelah itu bagian kepala dibungkus plastik dan disimpan di kulkas hingga empat hari. Sedangkan potongan tubuh lain berupa dua tangan, dua kaki dan bagian badan yang terbelah, disimpan di gudang belakang rumah. Seorang tetangga yang tidak mau disebut namanya menyatakan, saat eksekusi berlangsung, terdengar suara tape rekorder yang dibunyikan sangat kencang dari rumah itu.

Pengakuan Agus Santoso di Mapolres Banyumas, potongan
kepala sempat dia bawa ke Banjarnegara dan ditunjukkan
pada bos tempatnya bekerja, yang seorang pengusaha agen perjalanan sebuah bus antarkota antarprovinsi. "Karena dia yang dulu memerintahkan agar saya membunuh Heri Best. Alasannya, Heri Best sering memeras dia," kata Agus.

Namun, lanjut Agus, setelah melihat potongan kepala itu sang bos itu malah melaporkan pembunuhan itu pada polisi. "Kami dijebak," ujarnya. Kini polisi menelusuri keterlibatan bos pemilik perusahaan angkutan dalam kasus ini.

Kemudian bagian kepala dibawa Soni dengan menggunakan sepeda motor dan dibuang ke bawah jembatan dekat tempat wisata Telaga Sunyi, sekitar 5 kilometer arah timur komplek wisata alam Baturraden, Banyumas, Jumat dinihari (27/8).

Adapun bagian badan dibuang Soni dan Bowo di bawah jembatan Jolang, Desa Joho, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, pada Kamis malam (26/8). Dua orang itu
sempat membakar tubuh korban menggunakan bensin yang
mereka bawa dari rumah. Dalam aksi pembakaran itu,
bagian jantung dan kemaluan korban dibakar terpisah
atau di-"sate". Salah satu tersangka menyatakan, seusai
membantai korban, Abdul Gani sempat meminum darah
korban.

Kepolisian Banjarnegara menemukan potongan tubuh di bawah jembatan itu pada pukul 13.00 WIB, Sabtu (28/8) sedangkan potongan kepala ditemukan kepolisian Banyumas, Minggu dinihari (29/8).

Hari ini, Polwil Banyumas melakukan rekonstruksi
penyatuan potongan-potongan badan itu di Rumah Sakit
Margono Soekarjo, Purwokerto, Banyumas, untuk memastikan potongan-potongan itu berasal dari satu badan manusia. Siangnya, seluruh potongan diserahkan pada pihak keluarga Heriyadi dan dimakamkan di pemakaman umum Kebondalem, Purwokerto.

Mengenai motif pembunuhan keji itu, Kapolwil Banyumas
menyebut, untuk sementara, berdasar pengakuan dari
para tersangka, pembunuhan dilakukan karena dendam. "Soalnya sering dimintai duit oleh korban," katanya.

Sejauh ini polisi masih mengembangkan pengakuan para
tersangka mengenai pengusaha Otobus yang disebut-sebut
pernah memberi order pembunuhan. "Kami masih mengembangkan ke arah sana," katanya.

Ari Aji HS - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kejari Depok Siapkan Tiga Jaksa Untuk Kasus Amanda
Polisi Akan Periksa DNA Ronald
Ronald Diserahkan ke Polres Depok
Senin, Pembunuh Amanda Dikirim ke Polres Depok
Polisi: Amanda Dibunuh Pacarnya
Polisi Sulteng Dinilai Salah Tembak
Polisi Temukan Pemilik Jaket Berdarah
Kapolri: Ada Kepentingan Kelompok Tertentu di Bom Langkat
Pemberangkatan Pendeta Susianti Diteror Bom
Kapolri Kunjungi Korban Penembakan Gereja Effatha
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pendidikan Anti Korupsi Untuk Siswa
Sutjipto Klaim Menangkan Pilgub Jawa Timur
Ka-Ji akan Gandeng PKB, Golkar, PDI P untuk Putaran Kedua
Bekasi Kaji Pembangunan Listrik Tenaga Gas
Identitas Korban Danau Sunter Sedikit Terkuak

<< August,2004>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data