|
Jawa Tengah
Seluruh Pelaku Mutilasi Dinyatakan Sehat Mental
Senin, 06 September 2004 | 17:18 WIB
TEMPO Interaktif, Banyumas: Seluruh tersangka mutilasi Heriyadi, bapak dan tiga anak kandungnya, dinyatakan sehat mental oleh tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Mereka adalah Soni Darsono, 63 tahun, Agus Santoso, 28 tahun, Ruslan Abdul Gani, 22 tahun dan Mukti Wibowo, 16 tahun. Hal itu dikatakan Kepala Polisi Wilayah (Kapolwil) Banyumas Komisaris
Besar Polisi (Kombes Pol) Prasetyo, Senin (6/9).
Menurut Prasetyo, para tersangka pelaku mutilasi Heri Best, warga Gang Buntu, Kampung Kauman Lama, Purwokerto Timur, Banyumas, telah diperiksa tim yang beranggotakan dr Basiran, SpJ, dr Tjipto Haryono, SpS dan psikolog Ratih Winanti, SPsi, sejak Jumat siang (3/9) lalu.
Pemeriksaan itu menggugurkan kesaksian Sutirah, 50
tahun, istri Soni, ibu dari ketiga tersangka, yang
menyatakan Ruslan Abdul Gani, anak keduanya, mengidap
kelainan jiwa. "Hasil pemeriksaan hanya menyebut Abdul Gani, salah satu tersangka memiliki penyakit epilepsi. Tetapi secara kejiwaan dinyatakan sehat," kata Kapolwil.
Dalam pemeriksaan kejiwaan itu Ruslan
menjadi prioritas karena dialah yang mengaku telah
memotong-motong tubuh Heri Best.
Kepada polisi dan wartawan beberapa waktu lalu Sutirah
menyatakan, Ruslan Abdul Gani, pelaku pemotongan tubuh
Heri Best memiliki kelainan jiwa sejak terjatuh dari
pohon di waktu kecil. Setelah peristiwa itu Abdul Gani
selalu marah dan mengamuk tiap sakit kepalanya kambuh. "Dia juga berburu babi tiap hari, lalu mengulitinya dan memotong-motong binatang buruannya," katanya.
Kapolwil menyatakan, Polwil mempertemukan Hasan Gunawan alias Acun, 50 tahun, agen bus Sinar Jaya Banjarnegara --yang disebut-sebut memberi perintah pembunuhan-- dengan tiga tersangka yakni Soni Darsono, Agus Santoso dan Ruslan Abdul Gani, hari ini di Mapolwil Banyumas. Sayangnya polisi belum mau membeberkan hasil keterangan silang antara kedua pihak.
Sehari sebelumnya, Hasan membantah wartawan, bahwa dirinya memberi perintah kepada Soni dan anak-anaknya untuk membunuh Heri Best. "Saya bahkan tidak mengenal Heri Best, bertemu dengan dia saja tidak pernah," kata agen bus yang pernah masuk penjara selama 2,5 bulan karena kasus narkoba itu. Dalam kasus ini Hasan mengaku telah difitnah Soni dan keluarganya.
Hasan mengaku mengenal Soni sejak tahun 90-an. Saat
itu Soni menjadi agen bus Sinar Jaya di Purbalingga.
Namun 'lahan' Soni lantas diambil Dedi, yang
masih menjadi agen hingga sekarang. Perebutan wilayah
inilah yang memicu persoalan antara Soni dengan Hasan.
Selain Heri Best, Soni dan Agus mengaku selama dua
tahun telah memburu Dedi untuk 'dihabisi' atas
perintah Hasan. " Namun belum terkejar juga," kata
Agus.
Keberadaan Dedi hingga saat ini belum terlacak. "Dia sudah menghilang sejak November tahun lalu. Tidak tahu dimana dia sekarang. Tapi saya yakin dia masih hidup," ujar Hasan Gunawan.
Berkaitan dengan kasus ini, kepolisian Banyumas akan
memeriksa sekitar 20-30 saksi yang dianggap berkaitan
dengan kasus ini. Sebagian besar saksi telah diperiksa
termasuk istri Soni yakni Sutirah yang menginap di
Polres Banyumas selama pemeriksaan beberapa waktu
lalu.
Ari Aji HS - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|