|
Jawa Tengah
Keluarnya PPP dari Koalisi Kebangsaan Disambut Gembira
Jum'at, 01 Oktober 2004 | 16:33 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Kader PPP di daerah menyambut gembira penarikan diri PPP dari Koalisi Kebangsaaan. Keputusan tersebut dinilai sebagai bentuk kesadaran baru DPP atas kekeliruannya bergandengan dengan Partai Golkar, PDI Perjuangan dan Partai Damai Sejahtera (PDS) dalam mendukung calon presiden Megawati Soekarnoputri.
Meski demikian, DPP PPP tetap didesak untuk segera melakukan regenerasi kepemimpinan. "Terserah mau muktamar luar biasa atau muktamar yang dipercepat," ujar Ketua Majelis Pertimbangan DPC PPP Wonogiri, Anding Sukiman, Jum'at (1/10).
Menurut Anding, meski dapat dibilang sudah terlambat namun keputusan DPP tersebut merupakan sebuah sikap yang patut dihargai. Dikatakannya, sejak awal sebenarnya daerah telah menolak bentuk koalisi yang dinilai merupakan pengkhianatan terhadap idelogi partai. Bergabungnya PPP dalam koalisi tersebut dikarenakan pengurus DPP yang didominasi kader tua lebih mementingkan kepentingannya sendiri.
"Bagus itu kalau telah memutuskan menarik diri, artinya DPP menyadari kekeliruannya dan mau mendengar aspirasi dari bawah meski terlambat," kata Anding. Ia menegaskan pentingnya regenerasi sehingga muktamar perlu segera dilaksanakan. "Agar partai ini tetap eksis sesuai dengan misi dan visinya sebagai partai islam," tukas Anding.
Sebelumnya diberitakan PPP secara resmi menyatakan keluar dari Koalisi Kebangsaan. Alasannya, tidak tercapai kesepakatan dengan anggota Koalisi Kebangsaan lainnya untuk mendukung calon dari Partai Golkar, Agung Laksono, menjadi Ketua DPR. Pernyataan penarikan diri PPP dari Koalisi Kebangsaan tersebut dikemukakan Ketua PPP, Surya Dharma Ali.
PPP bahkan dikabarkan bergabung dengan Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) dalam perebutan kursi Ketua DPR. PPP mengajukan kadernya Endin Sofiehara untuk bertarung dengan Agung Laksono dari Partai Gokar.
Sebenarnya desakan agar PPP tidak bergabung dengan Koalisi Kebangsaaan sudah jauh dilakukan oleh kader partai berlambang ka'bah tersebut. Menurut pimpinan partai di daerah, massa PPP berkeberatan dengan keputusan partai karena akan merusak citra partai. "Buktinya memang begitu. Kader partai di daerah tetap berupaya untuk mendesakan agar segera dilaksanakan muktamar," tukasnya.
Imron Rosyid - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|