Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Timur

Tiga Rumah Hancur Tertimpa Longsoran Plengsengan
Kamis, 25 November 2004 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif, Malang: Tiga rumah di tepian Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang hancur tertimpa longsoran plengsengan Rabu (24/11) malam. Tak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian diperkirakan Rp 100 juta. "Plengesengan ambrol setelah hujan deras sejak siang hari," kata Ketua RT 06, RW 01 Kelurahan Gadang, Bambang Sulistyo kepada wartawan, Kamis (25/11) di lokasi kejadian.

Ketiga rumah tersebut adalah milik Budiono, Suroso dan Marjuni. Seluruh keluarga pemilik tiga rumah tersebut selamat karena sejak sore hari sudah mengungsi ke rumah saudara mereka. Menurut Budiono, ia memutuskan mengosongkan rumah karena kejadian serupa pernah menimpanya pada 2003 lalu.

Berdasarkan pantauan Tempo di lapangan, plengsengan batu memiliki panjang 150 meter dengan ketinggian 12 meter. Adapun kemiringannya lebih dari 80 derajad. Plengsengan batu yang ambrol sepanjang 10 meter. Posisi ketiga rumah yang berhimpitan tersebut tepat berada di bawah plengsengan batu.

Walikota Malang Peni Suparto yang meninjau lokasi kejadian menilai bencana ini akibat konstruksi plengsengan yang jelek. "Ini kecerobohan kontraktor," katanya di lokasi kejadian. Menurutnya, plengsengan ini baru dibangun pada 2003 lalu setelah longsor. "Dibangun plengsengan agar tidak longsor. Ini kok malah ambrol. Apalagi baru satu tahun dibangun," katanya. Peni berjanji akan memanggil kontraktor dan memberinya sangsi.

Menurut Peni Suparto, rumah di sepanjang DAS Brantas memang rawan tertimpa longsor dan banjir. Pemkot Malang sudah berkali-kali meminta para penghuni untuk pindah dari lokasi DAS Brantas karena melanggar Perda Tata Ruang dan Tata Wilayah Kota Malang. Sebagai gantinya, Pemkot akan membangun rumah susun. Namun, permintaan ini ditolak para penghuni rumah di sepanjang DAS Brantas. Alasannya merasa sudah nyaman.

Bibin Bintariadi - Tempo)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Masyarakat Alor Kecewa dengan Sikap Pemerintah Pusat
Masyarakat Masih Mengungsi di Gunung
Ketua DPR Minta Gempa Alor Jadi Bencana Nasional
Gempa Susulan Mengguncang Saat Umat Kristiani Beribadah
Korban Gempa yang Terserang Penyakit Meningkat
Gempa Susulan di Alor Masih Akan Terus Terjadi
Megawati Akan Kunjungi Korban Gempa di Alor
Total Kerugian Gempa Alor Lebih Dari Rp 100 Miliar
Ribuan Pengungsi Korban Gempa Masih Bertahan di Lereng-lereng Gunung
Akibat Longsor, Jalur Cianjur Selatan Terputus
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Departemen Sosial
Situs INFORM


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data