Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Timur

11 Lokasi di Kota Malang Rawan Banjir
Kamis, 25 November 2004 | 16:53 WIB

TEMPO Interaktif, Malang: Pemerintah Kota Malang menyatakan 11 lokasi di Kota Malang sebagai daerah rawan banjir. Ke-11 lokasi tersebut sembilan diantaranya berada di dalam kota atau jalan protokol, sedangkan sisanya di daerah pinggiran. Lokasi rawan banjir tersebut antara lain Jalan Sutami, Jalan Kawi, Jalan Panderman, Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Letjen Sutoyo.

Kepala Humas Kota Malang, R Poedjiono menjelaskan banjir di 11 wilayah tersebut disebabkan banyak gorong-gorong yang tidak berfungsi. "Banyak gorong-gorong yang sengaja disumbat atau tak sengaja tersumbat sampah. Kesadaran masyarakat masih kurang," katanya kepada Tempo di kantornya, Kamis (25/11).

Walikota Peni Suparto, ungkap R Poedjiono, sudah memerintahkan para kepala dinas, kepala badan, hingga kepala bagian untuk mengerahkan staf mereka membersihkan saluran-saluran air yang banyak tersumbat sampah dan debu. Selain itu, Walikota Peni juga meminta masyarakat tidak membuang sampah di dalam gorong-gorong.

Pemkot Malang, ujar Poedjiono, mempunyai keyakinan gorong-gorong di Kota Malang akan mampu mengatasi banjir jika difungsikan dengan baik. Namun, sayang sekali hingga saat ini cetak biru gorong-gorong Kota Malang ada di Belanda. "Pemkot sudah meminta blue print gorong-gorong di Kota Malang dari Belanda. Namun, hingga kini orang Belanda yang diharapkan bisa membantu mengfungsikan kembali gorong-gorong masih belum datang," jelasnya.

Pemkot telah menganggarkan dana Rp 7,5 miliar untuk mengatasi banjir di Kota Malang. Dana tersebut digunakan antara lain untuk pembuatan avore, talut, bak kontrol, patok skampal, duiker, sudetan, saluran, ram besi, dan keruk walet di lebih 50 titik drainase.

Ahli Drainase Perkotaan Universitas Brawijaya, Agus Suharyanto menyangkal gorong-gorong akan mampu mengatasi banjir di Kota Malang. Menurut Agus, gorong-gorong tetap tak akan mampu menampung air karena daerah resapan air semakin berkurang. "Air yang tidak teresap tanah semakin banyak sehingga gorong-gorong tak akan mampu menampung," katanya. Yang harus dimaksimalkan Pemkot Malang adalah membersihkan saluran pembuangan air atau avore yang ada.

Bibin Bintariadi - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tiga Rumah Hancur Tertimpa Longsoran Plengsengan
Banjir Landa Kebumen dan Banyumas
Akibat Banjir Bandang, Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Cianjur Diterjang Banjir Bandang
Walhi Minta Depkeu Hentikan Kucuran Dana Ladia Galaska
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
Korban Bahorok Nyaris Kehabisan Stok Pangan
Bandung Dilanda Hujan Deras Disertai Buliran Es
Banjir Rendam Ratusan Hektare Tanaman Bawang
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Departemen Sosial
Situs INFORM


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal
Polisi Sisir Kamar Mayat RSU Soetomo

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data