|
Jawa Tengah
Mahasiswi Unsoed Purwokerto Ditemukan Membusuk
Minggu, 28 November 2004 | 19:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang mahasiswi Program D3 Bisnis Internasional Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Ani Najibah, 20 tahun, ditemukan tewas membusuk di kamar kostnya di Gang Cendana, Desa Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (28/11).
Ketika ditemukan perempuan asal Desa Margaayu, Kecamatan Margasari, Tegal itu bagian kepala terpisah dan bagian atas tubuh hancur tidak bisa dikenali. Tubuh korban terbungkus kasur. Diperkirakan korban telah meninggal satu pekan sebelum lebaran.
Menurut salah satu teman kost korban Kencana Ulamsari,
Minggu siang, 14.00 WIB, dirinya baru datang ke rumah kostnya setelah libur lebaran. Namun begitu naik tangga ke lantai dua, dimana kamar kostnya berada, hidungnya mencium bau busuk menyengat. Bau itu semakin tajam begitu mendekati kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Ani Najibah. Karena curiga Kencana lantas menghubungi Herman, 45 tahun, warga setempat yang tinggal di seberang jalan.
Herman lantas mengajak Heri, 40 tahun, warga yang lain
untuk melihat situasi rumah kost yang ditinggali
Kencana Ulamsari. "Baunya sangat menyengat dan
berasal dari kamar yang di tempati Ani. Kami lalu
melihat ke dalamnya dari jendela kaca kamar dia,"
kata Herman. Saat itu, pintu kamar masih
terkunci.
Dari jendela kaca itu hanya terlihat salah satu jemari tangan manusia yang keluar dari tumpukan kasur. "Kami lantas melapor ke Polsek Purwokerto Utara,"katanya. Dugaan Herman tidak meleset, setelah pintu
didobrak, dipastikan juntaian jemari tangan itu adalah
bagian dari tubuh mayat yang diyakini Ani Najibah,
mahasiswi kost penghuni kamar itu.
Dari hasil identifikasi polisi, saat ditemukan kondisi
tubuh bagian atas korban sudah hancur dan sulit
dikenali mulai wajah hingga dada. Namun bagian dada ke
bawah masih relatif utuh meski membusuk. Pada tubuh
korban masih melekat celana jean biru dan singlet
berwarna kusam. Korban tergeletak di atas lantai
berkarpet dan ditutupi kasur pada bagian atas
tubuhnya.
Kasat Reskrim Polres Banumas Ajun Komisaris Polisi
Arif Fajarudin yang memimpin proses identifikasikorban
menyatakan, polisi belum bisa memastikan apakah korban
tewas karena pembunuhan atau sebab lain. Masalahnya,
sebagian kondisi tubuh korban sudah hancur sehingga
butuh penyelidikan lebih lanjut. "Kami masih
menyelidikinya,"katanya di lokasi kejadian.
Kencana Ulamsari, kawan satu kost dengan korban
menyatakan, dirinya bertemu terakhir dengan Ani
Najibah gadis yang sehari-hari berjilbab, pada Kamis (11/11). "Saat itu saya sedang berkemas untuk mudik. Setelah itu saya pulang,"katanya.
Kencana menyatakan, rumah besar yang terletak
di lingkungan anak kost dan berjarak sekitar 400 meter
dari Kampus Unsoed itu seringkali kosong karena
pemiliknya tinggal di kota lain yakni Cilacap. "
Pemiliknya Pak Bambang, tapi tak tinggal di sini.
Hanya saya dan empat mahasiswi lain yang tinggal di
sini,"kata Kencana.
Menurut Kencana Sari, Ani adalah teman yang baik. "Dia tidak macam-macam,"ujarnya Sari. Ani tidak memperlihatkan perilaku yang ganjil atau aneh. Hanya menurut teman sekamar Ani ini, sebelum Lebaran, Ani bilang kalau dia akan pulang belakangan saja. "Karena ada urusan kampus," ujar Sari. Saat itu, para mahasiswa Unsoed memang sedang sibuk dengan ujian.
Menurut Herman, sebenarnya orangtua Ani pernah mendatangi kos Ani beberapa hari sebelum Lebaran. Mereka mencari anaknya yang belum juga pulang ke Tegal. Padahal Lebaran sudah begitu dekat. Saat itu, orangtua Ani mendatangi kamar dan mengetuk-ngetuk pintu. Setelah sekian lama tak ada jawaban, kata Herman, orangtua Ani berpikir kalau anaknya tidak berada di kamarnya. Mereka kemudian pulang.
Beberapa hari sebelumnya, Ani juga dikabarkan telah menelepon orangtuanya. Dia memberi tahu bahwa dia akan pulang belakangan, dekat dengan Lebaran.
Hingga saat ini polisi masih terus menyelidiki sebab kematian korban.
Ari Aji HS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|