Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Timur

Presiden Kecam Kenaikan Harga
Kamis, 23 Desember 2004 | 15:27 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengecam keras pengusaha yang menaikkan harga kebutuhan pokok dengan memanfaatkan rumor pemerintah akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat. "BBM ini kan belum naik, kok sudah ada yang menaik-naikkan harga, saya sudah instruksikan untuk mengawasi dan mencari tahu siapa yang melakukan upaya-upaya memanfaatkan kesempatan ini," kata Presiden Yudhoyono saat melakukan temu wicara dengan anggota gerakan koperasi di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Kamis (22/12) siang.

Yudhoyono memaparkan, menghadapi APBN 2005, pemerintah memang dihadapkan pada masalah tingginya harga minyak di pasaran dunia. Selain itu, timbul masalah baru dengan masuknya sekitar 1 juta pengangguran baru akibat pemulangan tenaga kerja ilegal dari Malaysia.

Soal penyesuaian harga BBM, SBY berujar, pemerintah masih mengkajinya. "Bagaimana nantinya bisa ada solusi terbaik agar subsidi dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Pemerintah akan mengambil kebijakan dengan cermat dan hati-hati, agar keputusan yang dikeluarkan tak keliru," katanya.

Jojo Raharjo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Menteri Negera Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono menerima Tim Advokasi Peduli Beban Rakyat yang  menyampaikan ketidaksetujuannya atas kerja sama pemerintah dengan IMF yang terlalu banyak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia sehubungan dengan somasi yang telah dilayangkan kepada IMF di kantor Menko Polkam, Jakarta, 30 Januari 2003. [TEMPO/ Purwanta BS; K12A/077/2003; 20030219].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

SBY Batalkan Kunjungan ke ITS Karena Demo 50 Mahasiswa
Menteri Pendidikan Jamin Tak Ada Kebocoran Dana Pendidikan
PLN: Listrik Naik Jika Harga BBM Meningkat 10 Persen Lebih
LSI : Popularitas SBY Turun, Rivalnya, Jusuf Kalla
LSI:Kenaikan BBM Isu Paling Panas 2005
Kalangan Industri Terkejut Dengan Kenaikan BBM
Pemerintah Akan Lakukan Operasi Pasar
Demonstran "Sandera" Mobil Tanki Pertamina
Gambar SBY -Kalla Dibakar Demonstrans
LSI Beberkan Potret Buram Pemerintahan SBY
> selengkapnya...


Referensi

Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data