|
Jawa Timur
Wakil Bupati Kendalikan Pemerintahan di Blitar
Selasa, 28 Desember 2004 | 18:00 WIB
TEMPO Interaktif, Blitar:Setelah Bupati Blitar Imam Muhadi ditahan di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur kepemimpinan pemerintah Kabupaten Blitar diambil alih Wakil Bupati Blitar Heri Nugroho.
Wakil Bupati Hari ini (28/12)langsung menggelar rapat koordinasi dengan para Kepala Bagian dan Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Blitar, usai apel pagi sekaligus menghandel jalannya pemerintahan. "Rapat staf ini dimaksudkan untuk menegaskan bahwa roda pemerintahan di Kabupaten Blitar tetap berjalan. Saya minta semua pegawai tidak resah dan tetap bekerja seperti biasa dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat,"kata Heri Nugroho usai memimpin rapat.
Menurut Wakil Bupati Heri, berdasarkan UU No 32/2004 tentang pemerintahan daerah, jika Bupati berhalangan maka
semua tugas-tugasnya digantikan Wakil Bupati. "Untuk itu sambil menghormati jalannya hukum yang dihadapi Pak Bupati Imam Muhadi, semua harus menghormati pula asas praduga tidak bersalah. Biarkan semua berjalan berdasarkan hukum,"katanya.
Hari itu juga Heri Nugroho didampingi Sekretaris Daerah Pemkab Blitar, Suko Bachtiar meluncur ke Surabaya untuk menghadap Gubernur Imam Utomo minta petunjuk soal kebijakan yang diterapkan untuk menghela kepemimpinan di Kabupaten Blitar.
Menurut Kepala Bagian Humas Pemkab Blitar, Didik Bintoro juga akan menghadap Menteri Dalam Negeri di Jakarta. "Yang pasti prioritas yang paling mendesak yang akan dilakukan adalah menyusun RAPBD 2005 dan persiapan LPJ(laporan pertanggungjawaban) 2004. Wakil Bupati menargetkan agar APBD 2005 bisa disetujui DPRD. Jadi semua program pemerintahan tetap berjalan kok,"kata Didik Bintoro.
Bupati Imam Muhadi ditahan dalam kaitan korupsi dana APBD 2002-2004 senilai Rp 68 Miliar di Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Imam Muhadi merupakan bupati ke 24. Mantan Kepala Departemen Agama Blitar itu dilantik sebagai Bupati pada tanggal 5 Januari 2001.
Situasi di pendopo dan rumah dinas Bupati terlihat lengang. Tiga kantor yang berada di lingkungan pendopo,
masing-masing kantor Bappeda, Humas dan Satpol PP
terlihat buka, namun karyawannya hanya terlihat
nongkrong-nongkrong. "Kami tetap tugas jaga seperti
biasa, namun jumlah personil ditambah,"kata Untung,
salah seorang anggota Satpol PP.
Di pendopo dan peringgitan yang merangkap rumah dinas
Bupati juga tidak terlihat ada aktifitas. Hanya
sejumlah pegawai cleaning service yang sibuk
membersihkan lantai ruangan. Keberadaan istri Bupati
Imam Muhadi dan tiga anaknya juga tidak diketahui.
"Kami tetap bertugas seperti biasa. Silahkan saja
kalau mau melihat-lihat ruangan pendopo. Keluarga
Bupati setiap hari tinggal di sini. Tapi saya tidak
tahu dimana mereka sekarang,"kata Yudho Ismaryanto,
ajudan Bupati Imam Muhadi.
Dwidjo U. Maksum
INDEKS BERITA LAINNYA :
|