Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Hama Keong Mas Serang Tanaman Padi Indramayu
Senin, 03 Januari 2005 | 15:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hama keong mas menyerang tanaman padi di Indramayu yang saat ini baru berumur satu hingga 20 hari. Penyebaran hama terutama terjadi di wilayah kecamatan Karangampel, Bongas, Sukra, Lelea dan Kandanghaur.

Karman (34 tahun) seorang petani di kecamatan Karangampel saat ditemui Koran Tempo, Senin (3/1) mengatakan bahwa akibat serangan hama keong mas ini ia terpaksa melakukan penaburan obat hama lebih awal. "Begitu bibit disebar, sekitar lima hari kemudian hama keong mas langsung muncul", tuturnya.

Guna menghindari agar bibit yang baru ditanam tidak mati, ia pun segera melakukan penaburan obat hama. "Memang lebih awal dari jadwal. Namun saya tidak mau ambil resiko jika bibit yang telah saya tanam mati digerogoti hama keong mas".

Hal senada diungkapkan oleh Nurdin (30 tahun) petani asal Bongas, kabupaten Indramayu. "saya baru menabur benih seminggu. Pada hari ke delapan saya lihat hama keong sudah menggerogoti benih padi saya," tuturnya. Akibatnya ia pun terpaksa menaburkan obat hama lebih dini sebab tidak mau mengambil resiko benih padi yang baru ditanamnya rusak.

Sampai saat ini, belum ada penjelasan dari Dinas Pertanian Indramayu, soal hama yang merusak tanaman padi di kawasan yang menjadi daerah lumbung padi di Jawa Barat itu. Pejabat yang berwenang disebut sedang berada di luar kota.

Ivansyah-Tempo




Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Petani siap memanen tanaman selada di Dukuh Atas, Jakarta, 7 Juni 2002. [TEMPO/ Arie Basuki; K8A/147/2002; 20020702]

Buah kelapa sawit ketika diangkut dari perkebunan Nusantara II, Tanjung Morawa menuju pabrik pengolahan kelapa sawit Padang Brahrang, 4 September 2000  [ TEMPO/Robin Ong; 31D/274/2000; 2000113 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010401-112
Siap Panen
Kelapa Sawit Diangkut Untuk Diolah
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pupuk Langka di Lumbung Padi
Pemerintah Dinilai Belum Sentuh Industri Agro Rakyat
Bungaran: Indonesia Tidak Pernah Alami Krisis Pangan
Menteri Pertanian Tekankan Perlunya Kebijakan Proteksi
Izin Usaha 35 Perusahaan Perkebunan Terancam Dicabut
Bungaran: Kontribusi Sumber Daya Hayati Belum Signifikan
Petani Harapkan Perubahan UU Migas
Kekeringan di Wonogiri Semakin Parah
Sasaran Produksi Padi 2005 Sebesar 54,25 Juta Ton
Gunawan: Hanya Sepertiga Petani Nikmati Subsidi Pupuk
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.1 Thn.1980 Tentang Ketentuan Penanaman Papaver, Koka, Dan Ganja
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data