|
Jawa Tengah
Penggalangan Massa Buat Turunkan Bupati Temanggung
Selasa, 11 Januari 2005 | 21:10 WIB
TEMPO Interaktif, Temanggung:Menyusul mundurnya seratus lebih pejabat di lingkungan Pemda Temanggung Jawa Tengah dan aksi massa yang turun ke jalan, sejak Selasa (11/1) tidak kurang 75 spanduk dukungan terpasang di jalan-jalan utama kota tersebut. Selain itu, di sejumlah titik juga mulai berdiri posko crisis center untuk penggalangan dukungan. Di pasar-pasar, para pegadang juga melakukan hal sama. Mereka menggalang kekuatan untuk melengserkan bupati Temanggung, Totok Ary Prabowo.
Spaduk ukuran 8 X 1,2 meter itu hampir semuanya bertuliskan dengan tema sama yaitu tuntutan agar Bupati Totok Ary Prabowo turun dari jabatan. Di sekitar Alun-alun, misalnya, tidak kurang dari lima buah spanduk terpasang di sana. Begitu juga di jalan-jalan yang menjadi pusat kegiatan masyarakat, spanduk-spanduk terpasang dengan tulisan yang mencolok.
Di jalan raya depan Pasar Kliwon dan pasar Kranggan Temanggung, spanduk besar itu bertuliskan Totok Mundur, Rakyat Temanggung Hidup Makmur. Spanduk lain berbunyi Totok Harus Turun atau Totok Kembalikan Uang Rakyat dan sebagainya. Spanduk dengan ukuran hampir sama, juga tampak terpasang melintang di pintu gerbang masuk Kota Temanggung.
Sementara itu masyarakat terlihat mulai melakukan menggalang kekuatan untuk ikut menurunkan bupatinya yang telah memerintah sejak 16 bulan lalu. Di Pasar Kliwon Temanggung, misalnya, Paguyuban Pedagang Beras pasar tersebut tampak mengedarkan daftar tanda tangan untuk mendukung gerakan menurunkan Totok. Ketua Paguyuban Pedagang Beras Pasar Kliwon, Indarto, memimpin langsung penggalangan dukungan tersebut.
Belum genap setengah tahun menjadi bupati, para petani di Temanggung sempat marah. Tidak kurang dari seribu petani tembakau sempat menggelar unjukrasa atas kebijakan bupati yang tidak pernah memperhatikan nasib mereka. Padahal, Temanggung selama ini dikenal sebagai sentra tembakau.
Saat itu, petani sempat memblokade jalan raya yang menghubungkan Temanggung dengan Purworejo hampir tujuh jam. Para petani juga sempat merusak kantor Kecamatan Kledung Temanggung. Bahkan mereka sempat menyandera Totok Ary Prabowo dan menekan agar Totok membuat kebijakan yang menguntungkan petani tembakau.
Mundurnya 110 pejabat eselon II, III, IV dan V yang terjadi saat ini, adalah akumulasi dari banyaknya persoalan yang ada di Temanggung. Pemicunya adalah rencana Polres Temanggung membongkar dugaan korupsi yang terjadi di daerah tersebut. Dua puluh camat yang ada di Temanggung, dipanggil polisi untuk diperiksa sebagai saksi. Tapi sebelum memenuhi panggilan polisi, para camat dikumpulkan bupati dan dilarang memenuhi panggilan tersebut.
Ketika surat pangilan kedua dari polisi tiba di tangan para camat, bupati kembali melarang. Tapi kali ini dengan cara memberi surat tugas kepada para camat itu untuk studi banding ke Jakarta selama 10 hari mulai 28 Desember 2004 hingga 7 Januari 2005. Surat tugas datangnya mendadak hanya beberapa jam sebelum para camat berangkat.
"Menurut kami, surat tugas yang datang mendadak itu jelas cara lain bupati untuk menghalangi kami memenuhi panggilan polisi. Sebagai bawahan, kami harus taat atasan tetapi sebagai warga negara kami punya kewajiban memenuhi panggilan polisi,"kata Camat Tembarak, Agus Widodo. Akhirnya sebagian dari camat memenuhi panggilan polisi. "Langkah mundur ini kami ambil karena menurut kami ini lebih terhormat daripada dicopot,"katanya.
Agus Widodo memenuhi panggilan polisi. Dia mengaku mendapat sekitar 60 pertanyaan seputar dana pemilu 2004. "Saat diperiksa, saya jawab semuanya. Termasuk masalah pembagian dana Rp 72 juta saat pemilu itu,"kata Agus.
Syaiful Amin
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
![Protes mahasiswa Front Kota menuntut pengadilan antek-antek orde baru dengan membawa poster Ginandjar Kartasmita, Akbar Tandjung, Fuad Bawazier, Arifin Panigoro di Kejaksaan Agung, Jakarta, 19/04/01 [TEMPO/Josua Alessandro; K1A/156/2001; 20010504].](/hg/photostock/2005/01/10/s_K1a15602_high_thumb.jpg) |
|
|
| Protes menuntut pengadilan antek-antek orde baru
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|