|
Nusa
Isu Tsunami, Warga Kenjeran Gelar Selamatan
Rabu, 12 Januari 2005 | 21:00 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Ribuan warga Kecamatan Kenjeran Surabaya resah setelah berhembus isu akan adanya gelombang tsunami di Laut Madura. Kini mereka menggelar selamatan menolak bala dan malapetaka. ?Semua gang dan RT (rukun tetangga) sudah selamatan,? kata Ali Usman, tokoh warga Bulak Banteng kepada Tempo, di Surabaya, Rabu (12/1).
Isu sudah mulai berhembus sekitar seminggu lalu. Tak diketahui dari mana asal isu itu. Yang pasti hampir seluruh warga Kenjeran terutama yang rumahnya dekat dengan pantai antara 1-5 kilometer memperbincangkan kabar burung itu. Menurut Ali Usman, beberapa RT sudah menggelar selamatan berupa tumpengan dengan mengundang seluruh warganya membaca doa-doa keselamatan.
Isu itu menyebutkan bahwa pada pertengahan Januari hingga Februari akan ada tsunami. Badai itu akan disertai dengan air laut yang pasang sehingga akan meluber ke kampung-kampung penduduk. Indikasinya, sejak seminggu ini air laut Kenjeran pasang hingga satu meter. Banyak masyarakat yang percaya atas adanya isu tersebut, apalagi isu itu menyebutkan bahwa kabar akan adanya badai itu berasal dari seorang kiai.
Pantauan Tempo di Kenjeran, memang isu itu sangat kuat. Siang dan malam, menjadi pembicaraan hangat dikalangan penduduk. Bahkan Rabu (12/1) malam, warga Dukuh Bulak Banteng Gang Perintis menggelar doa keselamatan. ?Akan diikuti oleh kampung-kampung lainnya,? ucap pengurus masjid Al Muslimin, Dukuh Bulak Banteng.
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak Surabaya mengakui dalam beberapa hari ini terjadi air pasang antara 120-150 sentimeter. Ia juga memperingatkan masyarakat nelayan di pantai selatan agar berhati-hati akan datangnya badai tropis yang tingginya sampai 3 meter.
Adi Mawardi?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|