Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

PDIP Solo akan Kirim Pasukan Berani Mati ke Konggres
Senin, 24 Januari 2005 | 16:30 WIB

TEMPO Interaktif, Solo: PDI Perjuangan Kota Solo menyiakan pasukan berani mati untuk menangkal intervensi dari pemerintah dan pihak luar lain dalam Konggres di Bali, Maret mendatang. Selain itu, DPC PDIP Solo juga akan melakukan penyaringan untuk memastikan bahwa utusan konggres dari Solo nantinya benar-benar melaksanakan amanat warga partai untuk memilih kembali Megawati sebagai ketua umum. "Peringatan ibu Mega itu tidak main-main sehingga kami pun perlu menanggapi serius. Pasukan berani mati itu akan kami kirim ke arena konggres," ujar Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, Senin (24/1).

Menurut Rudyatmo, pasukan berani tersebut merupakan hasil pilihan dari Satgas partai yang selain dikenal loyalitas mereka kepada Mega, juga memiliki berbagai keahlian bela diri. Dikatakannya, tugas utama pasukan berani mati ini adalah untuk memberikan pengawalan terhadap utusan konggres agar tidak dapat diintervensi kekuatan penyusup. Selain itu, mereka juga akan melakukan tugas semacam kontra intelijen. "Jumlahnya tidak perlu disebutkan karena tugas mereka ada ang terbuka dan ada yang tertutup," kata dia.

Selain menyiapkan pasukan berani mati, PDIP Solo juga melakukan antisipasi kemungkinan kekuatan dari luar yang melakukan intervensi melalui utusan konggres. Rudyatmo menyebutkan salah satu caranya adalah dengan penyaringan melalui metode khusus bahwa utusan konggres tersebut benar-benar loyalis kepada Megawati. "Perangkatnya sudah kami siapkan. Jadi hanya kader yang mendukung Megawati saja yang bisa berangkat sebagai utusan konggres," kata dia.

PDIP Solo akan menyelenggarakan Konferensi Cabang Khusus (Konfercabsus) untuk memilih tiga orang yang utusan konggres pertengahan Februari nanti. Sesuai Juklak Konggres yang diterbitkan DPP PDIP, setiap cabang nantinya mendapatkan jatah empat utusan, salah satunya adalah Ketua DPC yang otomatis menjadi utusan. Sedangkan tiga utusan lain dipilih secara bertingkat dari pengurus tingkat ranting (Kalurahan). "Saat ini baru berjalan pemilihan utusan dari ranting yang akan mengikuti Musacabsus yang merupakan forum untuk memilih utusan ke Konfercabsus untuk memilih utusan konggres," kata dia.

Menurut Rudyatmo, keempat utusan konggres nanti akan memilih hak sama. Keempatnya juga memiliki hak pilih karena di PDIP memang menerapkan satu orang satu suara, bukan institusi (DPC) yang memiliki suara. Karena itu, untuk menjaga agar keempat utusan konggres nanti tidak terpecah suaranya terutama dalam pencalonan dan pemilihan ketua umum, penyeringan tersebut diperlukan. "Meski ada nama lain dari keluarga Soekarno, Solo tetap ke Megawati," tandasnya.

Imron Rosyid

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pendukung PDI Perjuangan merayakan kemenangan Megawati Sukarno sebagai wakil presiden di bundaran Hotel Indonesia/ HI, Jakarta tahun 1999 [Tempo/ Rini PWI; 29d/362/99; 2000/05/15]. Kampanye pendukung PDI Perjuangan dengan mobil dan sepeda motor di sekitar Pancoran , Jakarta tahun 1999  [Tempo/ Rully Kesuma; 27d/155/99; 2000/05/16].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mantan Presiden Megawati Rayakan Ulang Tahun ke 58
Megawati Berpeluang Pimpin Kembali PDIP
Guruh, Kuda Hitam Calon Ketua Umum PDIP
Arifin Panigoro Mundur dari DPR
Usaha Menggusur Megawati dari PDI Perjuangan
Mega Sangkal PDIP Kehilangan Roh Kerakyatan
Megawati Tidak akan Berikan Pidato Politik
Sutjipto Sinyalir Pemerintah Akan Intervensi Kongres PDIP
Pendukung Kwik Kian Gie Mengaku Diintimidasi
PDIP Tidak Halangi Jika Golkar Mundur dari Koalisi Kebangsaan
> selengkapnya...


Referensi

Apa Kata Megawati Soekarnoputri
Profil Pramono Anung Wibowo
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Undang-Undang No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD

Website

Megawati Sukarnoputri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data