Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

DPRD Indikasikan Ada Penyelewengan Proyek di Dinas Pertanian Banten
Rabu, 26 Januari 2005 | 13:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Banten mengindikasikan adanya penyelewengan dana proyek di Dinas Pertanian senilai Rp 28,8 miliar yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2004.

“Kami akan memanggil Kepala Dinas Pertanian untuk mempertanggungjawabkan penggunaan dana itu,” kata anggota Komisi B DPRD Banten Ediansyah Rahman di Banten hari ini.

Menurut Ediansyah, berdasarkan laporan yang masuk ke komisinya, dana sebesar Rp 28,8 miliar itu terbagi dalam 10 proyek, antara lain proyek pengembangan agribsinis peternakan Banten Rp 2 miliar, proyek pengkajian teknologi pertanian partisipatif Banten Rp 550 juta, proyek pengembangan kelembagaan agribisnis, dan sumber daya manusia pertanian Banten Rp 300 juta.

Selain itu, ada proyek pengembangan karantina pertanian Banten Rp 6,27 miliar, proyek pengembangan agribisnis holtikultura Banten Rp 5,13 miliar, proyek pengembangan kelembagaan dan ketahanan pangan masyarakat Banten Rp 2,92 miliar, serta proyek pembinaan peningkatan produksi tanaman pangan Banten Rp 8,20 miliar.

”Dalam realisasinya, penyerapan anggaran dan pelaksanaan fisik triwulan I, semua pelaksanaan proyek itu masih nol. Karena itu, kami menduga ada yang tidak beres soal penggunaan dana ini,” katanya.

Anggota komisi Yayat Suhartono menambahkan, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten termasuk salah satu instansi yang terburuk dalam penggunakan dana APBN. “Kami sendiri sempat malu ketika diberi tahu oleh Menteri Pertanian (Anton Aprianto) bahwa Dinas Pertanian Banten adalah satu instansi yang terburuk dalam menggunakan dana APBN.

Menteri Pertanian telah meminta kepada DPRD Banten untuk turut mengawasi penggunaan dana APBN oleh pemerintah provinsi Banten, karena menurut Menteri Pertanian, salah satu kendala pelaksanaan proyek itu adalah pengawasan.

Apalagi, untuk tahun anggaran 2005 menurut rencana pemerintah provinsi Banten akan menerima bantuan dari APBN 2005 sebesar Rp 51,4 miliar, khusus untuk proyek yang akan dikelola Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten.

Ketika dimintai konfirmasinya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Endhi D. Setiawan tidak mau memberikan komentar. Ketika dihubungi ke telepon selulernya, Endhi hanya mengatakan, “Maaf ya, saya mau rapat dulu.” Endhi kemudian mematikan teleponnya.

Faidil Akbar - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Korupsi Dana Pengungsi Dilaporkan ke Menko Kesra
CGI Minta Indonesia Buat Target Pemberantasan Korupsi
Mantan Ketua dan Wakil DPRD Solo Ditahan
Gubernur Abdullah Puteh Diizinkan ke Aceh
Bupati Banyuwangi Jadi Tersangka Mark-up Kapal Ferry
DPRD Banyumas Diduga Korupsi Rp 5 miliar, 6 Staf Diperiksa
Bram Manoppo Beri Kesaksian di Sidang Puteh
Sidang Puteh Dijaga Lebih Ketat
Gubernur Sumsel Diduga Korupsi Dana PON Rp 59 Miliar
40 Mantan Anggota DPRD Kupang Dipanggil Penyidik Kejaksaan
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Desentralisasi Korupsi Melalui Otonomi Daerah
Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
PP RI No. 71 Tahun 2000 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
Departemen Keuangan
Komisi Ombudsman Nasional
Pendapat tentang Pemberantasan Korupsi
Situs Resmi Komisi Pemberantasan Korupsi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data