|
Indramayu
Muntaber Meningkat, Camat dan Kuwu Dilarang Keluar Indramayu
Rabu, 26 Januari 2005 | 14:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Meningkatnya jumlah penderita muntaber serta ancaman akan penyakit demam berdarah, membuat Bupati Indramayu, Irianto MS Syafiuddin mengeluarkan instruksi khusus (Insus) agar aparatnya, terutama para camat, kuwu (kepala desa), dan dinas kesehatan, tidak meninggalkan wilayahnya jika tidak ada kepentingan yang benar-benar mendesak.
?Mereka diperintahkan siaga 24 jam untuk memonitor perkembangan wilayahnya masing-masing, terutama menyangkut perkembangan penyakit muntaber dan demam berdarah,? ujar Irianto kepada wartawan, Rabu (26/1). Camat dan kuwu yang sengaja meninggalkan wilayah kerjanya tanpa alasan yang jelas, Irianto mengancam akan memberikan sanksi yang tegas. ?Kuwu dan camat ini merupakan ujung tombak dan aparatur pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat".
Sehingga kalau mereka lalai dan mengabaikan instruksi ini, "Kami tidak segan-segan akan memberikan sanksi yang tegas kepada mereka,? kata Irianto. Instruksi yang sama pun dikeluarkan Irianto kepada seluruh para medis di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu. Mereka diperintahkan melakukan pemantauan satu persatu ke setiap sekolah yang ada di kabupaten Indramayu.
?Terutama untuk petugas puskesmas, saya perintahkan untuk melakukan monitor secara rutin ke sekolah-sekolah yang di wilayah kerjanya masing-masing,? katanya. Hal ini menurut Irianto didasarkan atas pengalaman tahun 2003 lalu yang aman kasus demam berdarah di Indramayu ternyata lebih dahulu mewabah di lingkungan sekolah. Irianto menginginkan seluruh aparatur pemerintahan Kabupaten Indramayu bekerja maksimal untuk mengatasi permasalah menyebarnya wabah muntaber dan demam berdarah agar tidak terjadi penderita.
Kepada masyarakat, Irianto meminta selalu berusaha menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari penyakit yang berbahaya ini. Berdasarkan pantuan Tempo di RSUD Indramayu, jumlah pasien muntaber dari awal Januari lalu hingga Rabu (26/1) tercatat 60 pasien yang didominasi oleh balita. Kepala Bagian Pelayanan, RSUD Indramayu, dr Dedi Rohaendi, terdapat sembilan kecamatan di Indramayu yang telah terkena penyakit muntaber. ?Sembilan kecamatan tersebut antara lain Sindang, Indramayu, Losarang, Cikedung, Juntinyuat, Cantigi, Sliyeg, Lohbener dan Widasari?.
Ivansyah-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|