|
Banten
PMI Serang Kekurangan Stok Darah
Kamis, 27 Januari 2005 | 14:29 WIB
TEMPO Interaktif, Banten:Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Serang, Banten, belakangan ini sering kelabakan karena selalu saja kekurangan stok darah. Padahal jumlah pasien yang membutuhkan transfusi darah setiap hari rata-rata 20 hingga 25 orang. "Kami sering dibikin repot, terutama bila ada pasien dalam keadaan darurat membutuhkan darah," kata Sri Hastuti, petugas tranfusi darah PMI Serang, Kamis (27/1/2005). Pengurus PMI setempat terpaksa harus meminta bantuan ke markas PMI terdekat, seperti Kabupaten Tengerang, Lebak, atau bahkan ke Jakarta.
Menurut Sri Hastuti, keterbatasan stok darah di daerah ini karena jumlah pendoro juga menurun. Karena itu, “ Kami mengetuk hati warga untuk menyumbangkan darah mereka kepada pasien yang membutuhkan," imbaunya. Kekurangan stok darah juga terjadi di Kabupaten Pandeglang. Sepekan terakhir PMI setempat mengalami kekosongan persediaan darah. Untuk mengatasinya, PMI Pandeglang mengedarkan surat imbauan ke sejumlah tempat seperti termasuk sekolah, instansi pemerintah/swasta maupun organisasi kemasyarakatan untuk mendonorkan darahnya.
Sayangnya, "Yang sudah merespon baru karyawan Bank Jabar. Yang lain belum ada jawaban,\" kata Agustina, Kepala Unit Tranfusi Darah PMI Pandeglang, yang dihubngi terpisah Menurut Agustina, selama ini persedian darah di PMI Pandeglang selalu mengalami kekurangan. Dari 150 labu darah yang dibutuhkan setiap bulannya hanya terpenuhi sekitar 75 labu. Puncak kelangkaan darah itu terjadi Minggu pekan lalu hingga menimbulkan kepanikan pasien. "Pada hari itu banyak pasien rumah sakit maupun korban kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan darah padahal persediaan di sini sedang kosong. Kami sempat panik, tapi akhirnya mendapat bantuan dari PMI Rangkasbitung, Tangerang dan Jakarta." papar Agustina.
Faidil Akbar
INDEKS BERITA LAINNYA :
|