Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Petani Garam Cirebon Tolak Rencana Impor Garam
Senin, 31 Januari 2005 | 16:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana pemerintah pusat membuka kembali keran impor garam membuat resah sejumlah petani garam di Cirebon, Jawa Barat.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon H.M. Achsanudin Adi, harga garam lokal akan hancur (jatuh), karena stok di pasar akan melimpah begitu keran impor itu dibuka kembali.

Karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan melayangkan surat penolakan renncana impor tersebut ke pemerintah pusat dalam waktu dekat. “Masuknya kembali garam impor akan merusak stabilitas harga. Kami sudah menganggap harga garam sekarang cukup kondunsif dan bisa diterima para petani,” kata Achsanudin di Cirebon hari ini.

Menurut dia, saat ini persediaan garam lokl, khususnya di Kabupaten Cirebon, cukup banyak yaitu sekitar 25-30 ribu ton yang tersimpan di gudang-gudang milik petani di sentra produksi garam seperti di Rawaurip, Pangarengan, Kanci, dan Losari.

Sementara itu, salah seorang petani garam di Kabupaten Losari, Turmuji (32 tahun) saat ditemui Tempo menyatakan keresahannya. “Kalau sampai garam impor masuk lagi, kami yakin garam kami tidak akan laku dan akan menumpuk sia-sia,” katanya.

Harga garam lokal pun, menurut Turmuji, sudah bisa dipastikan akan turun drastis dibandingkan dengan harga saat ini yang mencapai Rp 120-150 per kilogram. Karena itu, dia meminta pemerintah tidak mengimpor garam, karena dia yakin kebutuhan garam dapat dipenuhi oleh petani garam lokal.

Ivansyah - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Komoditas Pertanian Impor untuk Aceh Tetap Harus Masuk Karantina
Pemerintah Akan Awasi Masuknya Impor Barang Bekas ke Daerah Bencana
Pemerintah Hentikan Sementara Impor Kapal Ikan Eks Taiwan
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2004 Lima Persen
Pemerintah Terapkan Harmonisasi Tarif Sejumlah Barang Impor
Menteri Keuangan : Tak Ada PP Khusus Penyelundupan
Bea Cukai Sita Dua Kontainer Berisi Senjata
Pengusaha Minta Larangan Pelabelan Berbahasa Asing


Website

Departemen Keuangan
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data