|
Nusa
Tak Mampu Beli Solar, Nelayan Tulungagung Berhenti Melaut
Rabu, 02 Maret 2005 | 21:35 WIB
TEMPO Interaktif, Tulungagung: Menyusul naiknya harga solar menjadi Rp 2.400 per liter, nelayan di kawasan
kampung nelayan Pantai Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten
Tulungagung, Jawa Timur berhenti melaut. "Kami tidak tahu jalan keluar apa yang harus
diambil untuk mensiasati melambungnya harga solar. Dari pada mengambil resiko rugi karena
hasil tangkapan nilainya tak bisa mencukupi menutupi pengeluaran solar, lebih baik kami
tidak melaut," kata Musijan, salah seorang nelayan kepada Tempo, Rabu (2/3).
Menurutnya, dengan kenaikan harga solar pengeluaran menjadi bertambah. Terlebih di awal
tahu seperti sekarang ini hasil tangkapan cenderung turun. Per hari, rata-rata mereka
hanya mendapatkan ikan seberat 8 kilogram. Jika dijual hanya mendapatkan uang Rp 43
ribu. Sementara kebutuhan solar yang dikeluarkan untuk sekali melaut mencapai Rp 10 liter.
Dengan harga solar per liter Rp 2.400 per liter, berarti dibutuhkan dana sebesar Rp 24.000
untuk BBM. Belum keperluan bekal selama di laut. Dengan banyaknya ongkos BBM yang
dikeluarkan, hasil yang dicapai nelayan tak lebih dari Rp 10.000. "Jika harga solar tak
juga turun, lebih baik kami mencari pekerjaan lain saja. Entah jadi buruh tani atau kuli,"
kata Musijan.
Dwidjo U. Maksum-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|