|
Nusa
Perancis Bantu Alat Peringatan Dini di Sumbar
Jum'at, 01 April 2005 | 19:56 WIB
TEMPO Interaktif, Padang: Untuk menghadapi kemungkinan bahaya gempa dan tsunami, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sedang membentuk crisis center dengan bantuan fasilitas dari pemerintah Perancis. Pusat krisis ini nantinya akan menjadi pusat informasi, pengendalian, pemantauan untuk mengantisipasi bahaya gempa dan tsunami serta bencana alam lainnya di Sumatera Barat. Lembaga
ini akan dikelola Satkorlak Sumatera Barat
"Bantuan itu bukan berupa uang, tetapi berupa sejumlah fasilitas seperti
peralatan komunikasi termasuk EWS (early warning system) atau sistem peringatan dini,
database resources hingga pembuatan call center," kata pelaksana sekretariat Satkorlak
Armen Rauf, kepada pers Jumat (1/4). Selain itu Perancis juga membantu pelatihan SDM
dan dana operasional selama 2 tahun. "Kita hanya menyediakan kantor untuk crisis center,
peralatan dan dana operasional hingga tahun kedua mereka yang tanggung," katanya.
Ia memperkirakan nilai bantuan ini mencapai miliaran rupiah.
Menurut Armen pembicaraan antara pemerintah Perancis dan Indonesia sudah memasuki
tiga tahap, kini tinggal pertemuan antara Duta Besar Perancis dan Gubernur
Sumbar. Namun walaupun sedang dalam pembicaraan, kepastian bantuan itu sudah ada.
Ia mengatakan Crisis Center diperkirakan mulai dibangun Mei.
Bayu Pranata dari BMG Padangpanjang yang ikut menjadi
anggota tim Satkorlak mengatakan pendirian crisis
center diprioritaskan untuk mitigasi gempa bumi
dan tsunami. Tujuannya untuk meminimalisir korban bencana.
"Pada crisis center ini yang paling dulu dibangun
adalah call center dan line khusus dari BMG ke
Satkorlak," katanya. Call center untuk pelayanan pada
masyarakat yang akan memberi informasi kejadian
bencana, termasuk untuk mensosialisasikan bahaya
gempa dan tsunami di Sumbar.
Febrianti-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|