|
Jawa Tengah
PAN Dituntut Bikin Kontrak Politik dengan Muhammdiyah
Jum'at, 08 April 2005 | 19:07 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang: Meski konstituen terbesar Partai Amanat Nasional adalah warga Muhammadiyah, namun sampai saat ini partai berlambang matahari terbit ini dianggap belum bisa menampung aspirasi politik warga Muhammadiyah. Oleh karenanya, harus ada komitmen ulang antara PAN dengan Muhammadiyah. Tuntutan tersebut disampaikan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jawa Tengah.
Salah satu indikasi belum maksimalnya PAN menampung
aspirasi politik warga Muhammadiyah bisa dilihat dari
munculnya ancaman dari kalangan muda Muhammadiyah yang
akan menjadikan Perhimpunan Amanat Muhammadiyah (PAM)
sebagai partai poltik. "Siapapun yang terpilih sebagai Ketua Umum, kami menuntut ada kontrak politik tertulis antara PAN dengan Muhammadiyah," kata koordinator AMM Jateng Syafrudin Budiman di arena kongres II PAN, Jumat (8/4).
Kontrak politik yang dimaksud, tidak sekedar memberikan
keterwakilan yang cukup kepada kader Muhammadiyah untuk
duduk kepengurusan PAN di semua tingkatan, namun PAN juga
harus memperhatikan aspirasi politik warga Muhammadiyah
secara keseluruhan.
Sohirin/Saiful Amin
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|