|
Jawa Timur
PKB Jawa Timur Perjuangkan Saifullah Yusuf Bisa Maju
Kamis, 14 April 2005 | 15:03 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:Mendekati pelaksanaan Muktamar II Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Semarang yang akan dimulai akhir pekan ini, PKB Jawa Timur bertekad akan mendukung Saifullah Yusuf untuk menjadi kandidat ketua umum. Ini berseberangan dengan keinginan ketua Dewan Syuro PKB, Abdurrahman Wahid.
Menurut Ketua Dewan Syuro PKB Jatim, KH Anwar Iskandar (Gus War), mencuatnya nama Ketua Menteri Kawasan Tertinggal dan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor itu telah melewati sejumlah forum yang kredibel dan memenuhi kaidah kepartaian.
"Dari 38 cabang PKB di Jawa Timur, mayoritas mendukung Saifullah dan sebegian kecil ada yang mendukung Mahfud,” ujar Anwar saat ditemui di kediamannya di kompleks Pondok Pesantren As Sa’idiyah, Jamsaren, Kediri, Jawa Timur. “Kalau dukungan terhadap Muhaimin Iskandar dan Ali Masykur Musa sama sekali tidak ada," lanjut kakak kandung KH Noer Mohammad Iskandar SQ, pengasuh Ponpes As Shidiqiyah Kebun Jeruk Jakarta Barat ini.
Keputusan mayoritas warga PKB mendukung Saifullah itu, menurut Gus War dilandasi oleh sistem yang selama ini dianggap ideal oleh warga PKB, bukan semata-mata muncul dari "suara langit" alias dari titah kiai
sepuh. "Pertama, menyerap aspirasi dan pandangan para kiai sepuh di Jawa Timur. Kedua menyerap aspirasi seluruh Cabang PKB di Jawa Timur,” jelasnya.
Lebih jauh Gus War menjelaskan, aspirasi yang diserap dari dua teori itu setelah diterapkan di lapangan kemudian memunculkan nama kandidat Ketua Tanfidziah dan Dewan Syuro. Untuk jabatan Ketua Tanfidz, kandidat
yang didukung paling banyak cabang dan mendapat restu ulama adalah Saifullah Yusuf. Namun ada sebagian kecil cabang ada yang mendukung Mahfud Md.
Sedangkan untuk jabatan Ketua Dewan Syuro, tidak lagi memunculkan figur tunggal, yaitu Abdurrahman Wahid. Aspirasi cabang dan para ulama memunculkan empat nama, yaitu KH Muhaiminan Gunardo, KH Abdurrahman Qudlori, KH Abdurrahman Wahid dan KH Idris Marzuqi (pengasuh Ponpes Lirboyo).
Dwidjo U. Maksum
INDEKS BERITA LAINNYA :
|