Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Barat

Gunung Ciremai Mulai Beraktivitas
Jum'at, 15 April 2005 | 16:06 WIB

TEMPO Interaktif, Kuningan:Warga Kabupaten Kuningan dilanda keresahan karena Gunung Ciremai, salah satu gunung tertinggi di Jawa Barat, mulai menunjukkan aktivitasnya.

Aktivitas Gunung Ciremai telah terjadi sejak Senin (11/4) saat terjadi gempa vulkanik berkekuatan 30 mm amak (amplitudo maksimal) sebanyak empat kali. Hingga hari ini gempa vulkanik masih sering terjadi.

Menurut Ketua Pengawas Gunung Api Ciremai, Yus Rushana, keadaan Gunung Ciremai saat ini masih dalam kondisi normal. "Aktivitas yang terjadi masih dalam batas wajar walaupun Gunung Ciremai memang beberapa kali terjadi gempa tektonik dalam skala kecil," tuturnya.

Pemantau aktivitas Gunung Ciremai sempat merekam adanya gempa tektonik di sekitar Gunung Ciremai pada 29 Maret lalu dan masyarakat di Desa Cibeureum dan sekitarnya yang berada di lereng Gunung Ciremai sempat merasakan getarannya.

Selain itu, tercatat pula tidak kurang dari 10 gempa vulkanik terjadi di Gunung Ciremai dalam kurun waktu seminggu ini dan paling banyak terjadi pada tanggal 11 dan 14 April lalu.

Melihat perkembangan ini, Yus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengingat beberapa gempa yang terjadi masih dalam batas normal. "Masyarakat diharapkan tenang, karena beberapa kali gempa yang terjadi tersebut masih dalam batas normal," tuturnya.

Namun, sebagai petugas, Yus mengaku tetap akan waspada mengingat beberapa gunung di Indonesia saat ini tengah menunjukkan aktivitas yang cukup dahsyat.

Suhendar, salah seorang warga Desa Cibeurum, saat ditemui mengatakan bahwa sekitar tanggal 29 Maret lalu ia dan juga seluruh masyarakat desa yang letaknya di lereng Gunung Ciremai sempat merasakan adanya getaran yang cukup keras.

"Memang tidak sampai merusakkan rumah, tetapi setidaknya getaran cukup kuat, sehingga kami hingga kini terus meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.


Ivansyah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102 Petugas kesehatan memeriksa  tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
Kameraman dan Anak-Anak
Korban Gempa Bumi Bengkulu
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gempa Guncang Jakarta, Lampung, dan Bandung
Gempa di Jakarta 5,6 Scala Richter
RUU Penanggulangan Bencana Akan Mengatur Sanksi
Sembilan Gunung Berapi 'Terbangun'
Kawasan Anyer-Carita Sepi
Angin Puting Beliung Hantui Warga Kota Jambi
Bea Cukai Bantah Penyelundupan 58 Mobil Mewah
Nias Selatan Belum Normal
Gangguan Gunung Meletus Efek Gempa Nias
Pengungsi Gunung Talang Mencapai 25 Ribu
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
Gunung Api di Sumatera dan Jawa
Gempa Terus Berulang

Website

Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral
Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Sutjipto Klaim Menangkan Pilgub Jawa Timur
Ka-Ji akan Gandeng PKB, Golkar, PDI P untuk Putaran Kedua
Bekasi Kaji Pembangunan Listrik Tenaga Gas
Identitas Korban Danau Sunter Sedikit Terkuak
Air Sudah Genangi Dua Kelurahan di Kota Palu

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data