Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Aktivitas Anak Krakatau Menurun
Minggu, 24 April 2005 | 13:32 WIB

TEMPO Interaktif, Banten: Aktivitas anak Gunung Krakatau di Selat Sunda mulai menurun. Sebelumnya, Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) di Bandung menaikkan status anak gunung berapai ini menjadi waspata II, dan minta agar warga tidak mendekat di kawasan anak gunung Krakatau.

Hingga Minggu, (24/4), data pada seismograf (alat pencatat gempa) di Pos Pemantau Gunung Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang Banten, mencatat, gempa vulkanik A sebanyak 2 kali dan gempa vulkanik B sebanyak 8 kali. Gempa vulkanik ini tidak menimbulkan asap dan semburan api yang secara visual bisa dilihat dari pinggir pantai sepanjang Selat Sunda.

"Gempa terjadi pada kedalaman 1-10 kilometer di anak Gunung Krakatau," kata Anton Sigit Pambudi, petugas pengawas di Pos Pasauran, Minggu (24/4). Menurut Anton, kendati menurun, status waspada level II yang ditetapkan DVMBG di Bandung hingga sekarang belum diturunkan.

Anton menegaskan, saat ini kondisi dua anak Gunung Krakatau dalam keadaan normal. Artinya, warga Kota Cilegon, Serang dan Pandeglang tidak perlu khawatir terjadinya letusan gunung seperti yang terjadi pada tahun 1883. "Lakukan saja aktivitas keseharian seperti biasa, tidak perlu panik," kata Anton.

Namun dia membenarkan, pihaknya meminta agar Pemprov Banten dan petugas keamanan melarang para nelayan untuk mendekati anak Gunung Krakatau ketika melaut. Jarak yang dinilai aman adalah 5 kilometer dari puncak gunung.

Larangan serupa dikenakan kepada para wisatawan yang biasanya mendatangi anak gunung itu pada setiap akhir minggu. Mengenai jarak, Pemerintah Banten justru menerapkan sekitar 3 kilometer dari puncak gunung.

Sebelumnya, DVMBG di Bandung mengirimkan surat kepada pemerintah Banten, Serang, dan Pandeglang tentang peningkatan status anak Gunung Krakatau menjadi Waspada II. Peningkatan status ini ditandai dengan gempa vulkanik rata-rata 32 kali dan 9 kali gempa tektonik per hari sejak tanggal 10 April 2005. Faidil Akbar

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102 Petugas kesehatan memeriksa  tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
Kameraman dan Anak-Anak
Korban Gempa Bumi Bengkulu
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gempa Guncang Sangihe
Depdiknas Siapkan Alternatif UN di Daerah Pascabencana
Fase Rekonstruksi Aceh Dan Nias Akan Bersamaan
Warga Lampung Panik Diguncang Gempa
Labuan, Anyer dan Lebak Diguncang Gempa
Pemerintah Tahan Pencairan Dana PT Timor di Bank Mandiri
Gempa Guncang Lampung dan Bandung
Gempa di Jakarta 5,6 Scala Richter
RUU Penanggulangan Bencana Akan Mengatur Sanksi
Kawasan Anyer-Carita Sepi
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
CINCIN API
Gempa Terus Berulang

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Sutjipto Klaim Menangkan Pilgub Jawa Timur
Ka-Ji akan Gandeng PKB, Golkar, PDI P untuk Putaran Kedua
Bekasi Kaji Pembangunan Listrik Tenaga Gas
Identitas Korban Danau Sunter Sedikit Terkuak
Air Sudah Genangi Dua Kelurahan di Kota Palu

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data