|
Jawa Timur
Wahid: Pemerintah Jangan Obok-obok Parpol
Minggu, 01 Mei 2005 | 17:42 WIB
TEMPO Interaktif, Sidoarjo:Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menengarai adanya campur tangan pemerintah di balik kemelut yang kini melanda partainya.
Menurut Gus Dur, akibat campur tangan pemerintah, partai yang ia dirikan bersama sejumlah ulama Nahdlatul Ulama itu selalu tak lepas dari kemelut. Setelah didera permasalahan dengan Mathori Abdul Djalil, kini PKB bersengketa dengan Alwi Shihab dan Syaifullah Yusuf.
"Kenapa di PKB selalu timbul macem-macem, karena ada pengaruh dari luar yang ikut mengaduk-aduk, yaitu oknum pemerintah," kata Gus Dur saat memberikan sambutan di acara Silaturahmi DPP, DPW dan DPC PKB se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Minggu (1/5), yang dihadiri kurang lebih 800 massa.
Dalam acara itu Gus Dur didampingi sejumlah pengurus pusat, antara lain Ketua Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar, Sekjen Lukman Edy, Effendy Choirie dan Zannuba Arifah Chofsoh (Yeni Gus Dur).
Gus Dur menambahkan, pemerintah akan berhadapan dengan rakyat bila terus mengintervensi partai politik. Bekas Ketua Umum PBNU tersebut mengaku telah didatangi oleh beberapa ketua partai politik yang mengeluhkan campur tangan pemerintah di partainya masing-masing. Dengan suara agak parau Gus Dur memperingatkan pemerintah agar menghentikan mengobok-obok partai.
Selain mengecam pemerintah, Gus Dur juga mengisyaratkan akan segera memberhentikan kader-kader PKB yang tetap tidak mengakui hasil Muktamar di Semarang. Secara eksplisit Gus Dur menyebut nama-nama yang dikenai sanksi, yaitu Alwi Shibab, Syaifullah Yusuf, Choirul Anam (Ketua DPW PKB Jatim) dan Fatoorasjid (Wakil Ketua DPW Jatim, kini menjabat Ketua DPRD Jatim).
"Sesuai AD/ART pemecatan itu ada prosedurnya, yakni peringatan. Sekarang peringatan ketiga akan segera turun," imbuh Gus Dur.
Khusus soal DPW PKB Jatim, Gus Dur juga tak segan-segan untuk segera membekukan pengurus di bawah Choirul Anam. Setelah itu baru dilakukan musyawarah cabang untuk mengganti pengurus. "Karena pengurus yang sekarang jalan sendiri," kata Gus Dur.
Kukuh S. Wibowo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|