Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Warga Tak Gubris Perintah Sultan
Minggu, 23 April 2006 | 19:21 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Warga lereng Gunung Merapi yang menggubris perintah Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Perintah yang disampaikan Sultan adalah supaya warga mengungsi menyusul ancaman meletusnya Merapi.

Begitu pula dengan Kabupaten Sleman yang diminta untuk segera mengevakuasi warganya, sampai hari ini belum melaksanakan. Sultan berencana menemui langsung warganya pada Sabtu dan Minggu, juga belum terwujud. Perintah itu disampaikan pekan lalu setelah status waspada Merapi ditingkatkan menjadi siaga.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat dan Badan Informasi Daerah Istimewa Yogyakarta, Alex Samsuri, Sultan belum bisa turun menemui warga karena ada acra yang tak bisa ditinggalkan. Sultan sendiri, kata dia, tetap meminta warga di daerah rawan bencana Merapi segera dievakuasi.

"Sejauh ini memang banyak warga yang memilih bertahan di rumah mereka. Padahal mereka berada di zona paling berbahaya jika Merapi meletus. Pemerintah terus menghimbau kepada warga untuk segera mengungsi apalagi pemerintah sudah menirikan 19 pos penampungan lengkap," kata Alex.

Berdasarkan pantauan Tempo di lapangan, Desa Glagahharjo, Kecamatan Cangkringan Sleman, belum satu pun warga yang mengungsi. Sebanyak 1.322 warga di dusun Srunen, Dusun Kalitengah Lor, dan Kalitengah Kidul di Desa Glagaharjo yang berada di zona bahaya Merapi, memilih tetap bertahan di rumah.

Warga tidak yakin Merapi segera meletus. Mereka justru khawatir dengan kondisi ternak sapinya jika ditinggal mengungsi. "Saya lahir di sini. Kalau Merapi mau punya hajat akan ada tanda-tanda yang diperlihatkan. Sampai sekarang tanda-tanda itu belum ada," ujar Purwoko, 61 tahun, warga Dusun Srunen yang punya empat ekor sapi perah.

Adapun Kepala Dusun Kalitengah Lor, Suwondo, mengatakan, sebagian warganya sebenarnya bersedia dievakuasi asal sapi mereka juga ikut dibawa mengungsi. Persoalannya, pemerintah belum menyediakan kandang untuk hewan ternak.
Dari 215 keluarga di Dusun Kalitengah Lor, kata dia, semua warga memiliki sapi.

Syaiful Amin

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bunga Serasi Berbuah Bala | 07 Maret 2005
Orang Kuat dari Tanjung Pinang | 07 Pebruari 2005
Penipuan Berkedok Lee Cooper  | 15 Desember 1998
Pinrang Terpanggang, Porsea Meradang  | 01 Desember 1998
Menipu Petani Atas Nama Koperasi  | 24 November 1998
Akhir Petualangan Raden Dodi | 20 Desember 2004
Modus Penipuan Baru  | 17 Mei 1999
Soal Cek Kosong itu  | 04 Mei 1999
Mencatut Nama MTV  | 27 April 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kangen Sapi, Pengungsi Pulang Kampung
Sultan Minta Warga Segera Mengungsi
400 Warga Magelang Diungsikan
Pengungsian Menunggu Status Awas Merapi
Warga Lereng Merapi Mulai Dievakuasi Pagi Ini
Mar'ie: Penduduk Merapi Segera Mengungsi
Sekolah di Lereng Merapi Belum Libur
Pejabat DPR Penipu Terancam Dipecat
Asap Solfatara Merapi Capai 500 Meter
Pejabat Setjen DPR Dilaporkan Menipu
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk76561 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2006>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data